Sistem Penjaminan Mutu - Webometrics ranking universities

Mar 24 2017

Pengalaman Menjadi Konsultan Webometrics Universitas Negeri

Published by at 10:00 am under Webometrics

Dering whatsapp dan SMS, sering mengejutkan di pagi hari, setelah dicek ternyata pertanyaan-pertanyaan seputar konsultasi webometrics. Hal ini saya anggap wajar karena memang konsultan webometrics di Indonesia ini sangat langka. Pun ada pendekatan nya IT based, bukan marketing based dan management based.

Selama bertahun-tahun menjadi konsultasn webometrics, selalu ada pertanyaan dari klien : "APakah webometrics melulu tentang IT?" Jawabnya pasti "tidak", karena prinsip webometrics bukan memaksa perguruan tinggi bermewah-mewah dalam hal pengadaan perangkat IT, bukan juga berkenaan fasilitas IT yang begitu lengkap dan handal. Kalau tim webometrics di perguruan tinggi semata hanya menekan pada fasilitas IT yang handal di lingkungan kampusnya, maka yang muncul adalah resistensi. Ya resistensi atau penolakan terhadap webometrics.

Ada yang menarik ketika saya menjadi konsultan webometrics di sebuah perguruan tinggi ternama, bahwa saya harus terus-menerus mendorong adanya budaya berIT yang baik, disiplin dalam administrasi digital, karena itu menjadi penilaiaan webometrics. Dengan berbagai indikator yang ada, maka yang perlu dihindari saat antara lain :

  1.  Saat menjadi konsultasn webometrics, jangan melakukan penekanan webometrics sebagai tujuan utama. Tapi tujuan utamanya adalah penataan manajemen media digital dengen indikator yang jelas. Dalam hal ini perluanya menekankan pada 2 dasar, yaitu faktor external driven dan internal driven. Sehingga rencana pengembangan internal perguruan tinggi yang tidak mengarah pada webometrics juga penting.
  2. Saat menjadi konsultan webometrics, jangan hanya fokus pada pengadaan infrastruktur perguruan tinggi, karena ini memperlambat, tapi fokus pada kreatifitas penggunan perangkat dan perlengkapan IT, baik hardware maupun software.
  3. Saat menjadi konsultan webometrics, jangan hanya mendorong perguruan tinggi untuk berjalan 1 arah ke peningkatan webometrics saja, tapi harus fokus juga pada peningkatan skill dan kompetensinya.
  4. Saat menjadi konsultan webometrics, jangan hanya fokus kepada indikator webometrics, tapi juga memantau performance indicator untuk peningkatan pemanfaatan fasiltias basis IT dan kontennya.
  5. Saat menjadi konsultan webometrics, jangan hanya fokus pada jlimetnya dunia IT, tapi juga fokus pada penguatan disipilin dan peduli terhadap keterbukaan file karya ilmiah
  6. Saat menjadi konsultan webometrics, jangan bangga atas kemampuan dan logical penerapan IT tapi bangga jika sudah mampu menjadikan pikiran terbuka semua stakaholder terutama terhadap kemauan membuka semua karya ilmiahnya di media online, bukan sekedar ditumpuk dalam storage laptop dan flashdisk.
  7. Ada 23 item lagi berkenaan hal-hal yang harus dihindari saat menjadi konsultan webometrics.

Menjadi konsultan webometrics berarti sedang membangun semangat untuk mengarahkan sebuah institusi menjadi baik dan terbuka kepada dunia,  sehingga kemanfaatan perguruan tingginya meningkat dari karya dan kemudahan pencariannya di media online.

Tidak mudah dan tidak sulit menjadi konsultan webometrics di Indonesia dan negara tetangga jika dalam penerapannya didasarkan pada niat bersama agar perguruan tinggi di Indonesia sadar tantangan persaingan di media online secara internasional. Akan menjadi sangat sulit kalau hanya fokus pada pemikiran pengembangan IT saja.

Menjadi konsultan webometrics artinya memahami bahwa prinsip good governance menjadi tujuan utama. Sehingga penerapan penguatan media online sebagai duta marketing di lini terdepan, menjadi bagian dari rencana strategis dan rencana operasional perguruan tinggi.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply