Sistem Penjaminan Mutu - Webometrics ranking universities

Apr 22 2014

Webometrics, apa manfaatmu sih? Tapi memang mantap

Published by at 2:25 pm under Webometrics

Webometrics ranking di tahun 2014 ini membuat beberapa orang semakin sadar, fluktuasinya benar2 membuat deg-degan bagi para optimatornya, namun tidak berpengaruh kepada unsur stakeholder yang memang tidak memiki ikatan emosional terhadap webometrics ranking, bahkan mungkin antipati.

Kemaren mengikuti rapat optimalisasi media online perguruan tinggi, dan selalu ada saja yang resisten terhadap kegiatan peningkatan webometrics, karena :

  • hanya sempit memikir seakan mengejar ranking
  • hanya sempit memikirkan perlombaan antar perguruan tinggi
  • hanya sempit memikirkan bahwa lebih penting BAN daripada webometrics
  • hanya sempit memikirkan mengejar ranking webometrics adalah sia-sia
  • hanya sempit memikirkan bahwa webometrics tidak berpengaruh ke animo mahasiswa baru

Tapi kenapa yang mikir seperti di atas kok tidak mengkomparasi dg yg lain

  • Ngapain ngirim dosen sekolah S3, emang pengaruh ke mahasiswa baru? atau hny ngejar syarat minimal akreditasi
  • Ngapain ngirim mahasiswa lomba robot emang pengaruh ke kualitas pendidikan?
  • Ngapain ngirim mahasiswa lomba sepak bola, emang pengaruh ke animo mahasiswa baru
  • Ngapain ikut lomba panjat dinding, emang pengaruh ke kualitas mahasiswa

Yah itulah, jika memahami webometrics secara parsial, sama saja halnya memahami lomba mahasiswa, lomba sepak bola dll secara parsial juga,  yang jika dipakasakan nilai korelatif nya belum tentu bisa diuji dengan hal2 yang diharapkan secara instan untuk kemajuan perguruan tinggi secara global. Misal ikut olimpiade mahasiswa dengan kualitas mahaiswa dll

Namun setidaknya bahwa webometrics adalah semangat membangun media onlin berkualitas dengan parameter yang jelas, serempak se dunia, dengan membangun filosofi

  1. Jadikanlah media perguruan tinggi kaya manfaat dengan konten berkualitas, tidak apa adanya kosong tidak ada manfaat
  2. jadikanlah kedisipilinan online dalam budaya organisasi perguruan tinggi, misal kesadaran upload file bagi dosen, tepat waktu, upload beberapa file bagian skripsi sebelum pendaftaran wisuda, upload file bagi dosen yang selesai melanjutkan studi dari luar negeri dll (Maaf, jika ini mengganggu zona nyaman para dosen)
  3. jadikanlah bahwa media digital sarana mencerdaskan mahasiswa dan masyarakat tanpa harus semuanya bergantung kepada titik temu dosen dan mahasiswa
  4. jadikanlah pengumuman akademis menjadi online tidak harus menunggu staf membagikan pengumuman apalagi kalau stafnya tidak masuk apalagi sedang sibuk ada acara melayat, jemput anak dll

Sehingga akar berbudaya yang dibangun oleh webometrics lebih bagus, sayangnya itu mengusik ZONA nyaman unsur perguruan tinggi, sehingga kadang lebih menghargai lomba sepakbola antar fakultas daripada kompetisi webometrics.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply