Sistem Penjaminan Mutu - Webometrics ranking universities

Feb 13 2014

Jadikan Webometrics untuk cerminan bukan momok menakutkan

Published by at 11:42 am under Webometrics

Banyak yang masih memahami webometrics sekedar angka ranking yang memvonis perguruan tinggi ini lebih baik atau lebih buruk, banyak yang tersinggung dan marah karena posisi ranking ini. Yah itulah, ke awam an dalam memahami ranking webometrics mempengaruhi juga semangat dalam meningkatkan kualitas media online perguruan tinggi.  Tulisan ini saya buat karena barusan membaca pengumuman ranking webometrics januari 2014.

Di sisi lain, juga masih terjadi pemahaman yang sifatnya personal, artinya selalu mengkaitkan ranking webometrics dengan peningkatan gaji, kesejahteraan, kesuksesan lulusannya.  Yah ini sebuah sindrom, kenapa selalu dalam sistem perangkingan langsung berpikir, 'benarkah sdh lebih baik, lebih sejahtera", bahkan di sebuah Facebook Page di salah satu UII, ada yang menyatakan bahwa ranking webometrics tidak penting karena tidak menjamain kesejahteraan karyawan.

Terlalu luas pemahaman terhadap ranking webometrics, atau terlalu sempit terhadap webometrics menjadikan semua ini akan menjadi materi diskusi yang panjang, hingga suatu saat nanti orang akan memahamo dalam porsi yang benar, dan akan kelihatan diterimanya webometriscs, sebagai sebuah cermin yang mengukur posisi media online perguruan tinggi dibanding perguruan tinggi lainnya, sebagai salah satu cara benchmarking.

Ada juga yang ketakutan bahwa Webometrics baik belum tentu akreditasi baik, ini juga sebuah pemahamana yang memaksakan korelasinya, karena tentu berbeda, akreditasi dari BAN PT bersifat lokal dan tidak komparatif dalam bentuk kuantitatif yang terbuka rankingnya, karena hanya penilaian bersifat diskriptif. Sedang webometrics komparatif, perguruan tinggi di Indonesia bisa membandingkan dengan yang di USA, Inggris dll dan dalam bentuk pengukuran yang terbuka, karena prestasi dan elemennya bisa dilihat secara online, juga 4 parameternya bisa diukur siapapun secara terbuka di media online.

Kenapa webometrics terlihat sangat menakutkan baggi sebagian orang, karena mungkin tidak berdaya nya dalam logika, dalam merumuskan strategi pengembangan internal perguruan tinggi, sehingga merasa bahwa sesuatu yang selalu menilai perguruan tinggi, assesment perlu di tolak akurasinya agar tidak menurunkan reputasi dirinya atau institusinya.

Jadikan ranking webometrics adalah sebuah cermin yang bisa menjadikan perguruan tinggi lebih baik, dengan elemen2 yang terlihat dan digunakan. Mari kita dukung filosofi webometrics untuk mendorong perguruan tinggi terbuka terhadap kekayaan digitalnya, terbuka terhadap jurnal, skripsi, artikel, opini, karya tulis, hasil penelitian, agar dunia ini semakin terbantu dari ilmu yg digratiskan dunia pendidikan termasuk karya dari perguruan tinggi sedunia ini.

Sehingga dengan elemen penilaian webometrics kita bisa menentukan

  1. Pola pengembangan SDM dibidang IT dan Publikasi
  2. Mendorong Dosen agar cepat tanggap terhadap ahasil karyanya
  3. Mendorong Hasil penelitian disharing ke masyarakat luas untu kemajuan bersama
  4. Mendorong agar perguruan tinggi care terhadap perkembangab masyarakat dengan tulisan2 solusif melalui forum, blog, web, file pdf, video, audio dan cara seminar/workshopnya...ranking webometrics mendorong keterbukaan dan ketertiban administrasi online, bisa dikemas dengan adanya webometrics, dijadikan alasan untuk membangun media online perguruan tinggi lebih baik

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply