Archive for February, 2014

Feb 27 2014

Webometrics juga sebuah seni

Published by under Webometrics

Ilmu manajemen sendiri bukan sekedar ilmu teknis, tapi juga seni sehingga menjadi dasar juga dalam mengoptimalkan ranking webometrics secara sistematis, tanpa rekayasa, maka unsur seni ini akan sangat dirasakanan.

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memiliki seni dalam mendorong SDM Nya pedulu terhadap prestasi digital document, terlepas adanya webometrics ranking ataupun tidak

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memanaje tertib administrasi perangkat digitalnya dg seni pendekatan kedisiplinan berbasis SOP, dengan seni penyusunan SOP dan Performance Indicator, sering sy buat dalam tabel2 excell, terpantau harian.. agar menjadikan progress report semakin jelas. MIsal kapan mahasiswa UPLOAD materi skripsinya, berapa hari sebelum wisuda, berapa lama hrs sudah upload materi dri seminar di sebuah unit dll.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 21 2014

Akreditasi BAN-PT kok dibandingkan Webometrics ranking?

Published by under Webometrics

Sudah berkali-kali memberikan pelatihan webometrics, seminar webometrics, workshop webometrics semuanya pernah saya rasakan dan pasti sy temukan resistensi terhadap webometrics ranking, bahkan menjadi narasumber di sebuah institusi yg nun jauh di sana, ada salah satu pimpinannya malah ngantuk2 dengerin presentasi saya, tapi bawahannya semangat luar biasa untuk meningkatkan ranking webometrics, ternyata dalam perjalanan cukup lama sy dengar kabar karena memamn beliau hanya mau tahu akreditasi BAN PT saja, memang masih banyak memandang webometrics sebelah mata, malah mengatakan penilaian Akreditasi model BAN PT lebih baik dari Webometrics ranking, pemahaman yg umum dalam kondisi saat ini; walau porsinya tidak sepenuhanya tepat.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 21 2014

Webometrics, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Published by under Webometrics

bincang2 dalam sebuah ruangan kampus di sebuah kota tentarang webometrics ranking,  ada tokoh penting, ada pimpinan perguruan tingginya, ada dosen yang baru lulus S3nya, ada dosen yang baru menjabat posisi baru, awalnya ketika masuk dalam ruangan itu saya langsung dapat sapaan menyenangakan dari pimpinan universitas di kota tersebut "Nah ini dia Mr Webo"  yah sebutan ini sebagai apresiasi karena sudah lebih dari 5 tahun fokus dalam webometrics ranking ini.

Namun ketika saya duduk, nyeletuklah salah satu dalam ruangan itu "Apa masih bisa webometrics ranking menarik minat mahasiswa baru?" tanya salah satu orang di ruangan itu. KOntan saja salah satu pimpinan menerangkan singkat, intinya tetap ke arah positif, walau ada nilai tren di sana.

Terus terang karena sy baru datang saya belum menanggapi apapun, karena tidak tahu apa materi diskusi informal sebelumnya. Namun akhirnya saya tulis sajalah di blog ini, tentang webometrics ranking, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Pertama, tidak semua prestasi perguruan tinggi harus dikorelatifkan dengan animo mahasiswa barunya yang meningkat, jangan berpikir transaksional, karena ada prestasi individu dan prestasi kolektif. Prestasi individu misal dari mahasiswanya, dosennya, karyawannya, dll Ada juga yang sifatnya koletif, salah satunya webometrics ranking ini. Adakah selalu orang meributkan seorang mahasiswa yg tiba2 juara lomba catur se Indonesia, dengan kalimat "apakah pengaruh juara catur ke animo mahasiswa baru?".

Kedua, prestasi webometrics bisa bersifat alamiah, tidak ada upayapun secara khusus  yg sengaja mengarah kepada peningkatan ranking webometrics bisa mendapatkan posisi yg baik, dengan syarat pola administrasi digital di perguruan tinggi berjalan dengan baik, upload skripsi mandiri oleh mahasiswa, upload jurnal karya ilmiah lain juga mandiri, pola penulisan blog juga mandiri oleh dosen, mahasiswa, karyawan. Forum online kampus juga begitu hidup, media e community kampus begitu aktif dll

Ketiga, bahwa mengenal kembali konsep branding, maka sebuah universitas memiliki kekuatan brand yg terus dibangun  untuk memiliki persepsi yang baik, dari sisi kepercayaan ini, tentu banyak aspek yang menjadi pertimbangan pribadi masing-masing individu, bagaikan sebuah rumah panggung yang ditopang banyak tiang kayu, maka  masing2 tiang memiliki beban dan fungsi menahan benda yang berbeda, sama dengan aspek branding, tidak bisa hanya dari 1 lini saja, maka semua masyarakat akan percaya, webometrics dan 4icu menjadi acuan dasar dari sisi penilaian aspek media online yang komparatif sedunia.  Sehingga persepsi yang dibangun, tidak hanya ke Indonesia saja, bermodal BAN PT tetapi juga ke mancanegara, atas point popularitas hasil webometrics ranking.

Keempat, kalau y komentar webometric tidak ada gunanya, terutama untuk menjaring mahasiwa baru, maka perlu dipertanyakan, apakah memahami secara utuh (bukan parsial) manfaat motivasi webometrics ranking ini, antara lain, karena webometrics mengandalkan pencarian berbasis search engine untuk mendapatkan point, maka mau tidak mau sebuah website jika ingin unggul di webometrics ranking maka memiliki stuktur web yang SEO FRIENDLY, atau istilah dasarnya SEARCH ENGINE FRIENDLY, nah dampaknya maka

  • web perguruan tinggi akan semakin mudah dikenal search engine
  • semakin banyak halaman web perguruan tinggi yg di index Google
  • semakin informatif web perguruan tinggi di search engine karena keyword penting yg dicari masyarakat online bisa kearahkan ke web perguruan tinggi
  • semakin banyak lin k yg lahir secara alamiah dari pembara, alumni, mahasiswa ke web perguruan tinggi

Sehingga dampaknya adalah KETERBACAAN konten web perguruan tinggi semakin baik di media online, dan itu sangat potensial untuk meningkatkan online branding di media online.. Ketika masyarakat mengetikkan  keyword "psikologi anak" maka web Fakultas PSIKOLOGi PTS ini di akses, ketika ada yan mencari di Google dg KEYWORD : Fakultas Ekonomi Yogyakarta (baca sedang nyari fakultas ekonomi di YOGYA) maka web fakultas FAKULTAS EKONOMI PTS Ini nomor 1 dan tentu paling cepat di akses daripada yg lain, termasuk web yg tidak bisa muncul dalam pencarian seacrh engine akan kehilangan peluangnya.

Sehingga dorongan webometrics bukan ke ranking saja loh, tapi standar kualitas media online perguruan tinggi, agar semakin dekat dengan masyarakat, seacrh engine dan stakeholdernya. Ranking hanya sebuah impact

Comments Off on Webometrics, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Feb 13 2014

Jadikan Webometrics untuk cerminan bukan momok menakutkan

Published by under Webometrics

Banyak yang masih memahami webometrics sekedar angka ranking yang memvonis perguruan tinggi ini lebih baik atau lebih buruk, banyak yang tersinggung dan marah karena posisi ranking ini. Yah itulah, ke awam an dalam memahami ranking webometrics mempengaruhi juga semangat dalam meningkatkan kualitas media online perguruan tinggi.  Tulisan ini saya buat karena barusan membaca pengumuman ranking webometrics januari 2014.

Di sisi lain, juga masih terjadi pemahaman yang sifatnya personal, artinya selalu mengkaitkan ranking webometrics dengan peningkatan gaji, kesejahteraan, kesuksesan lulusannya.  Yah ini sebuah sindrom, kenapa selalu dalam sistem perangkingan langsung berpikir, 'benarkah sdh lebih baik, lebih sejahtera", bahkan di sebuah Facebook Page di salah satu UII, ada yang menyatakan bahwa ranking webometrics tidak penting karena tidak menjamain kesejahteraan karyawan.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 12 2014

Pengumuman Webometrics Ranking Januari 2014

Published by under Webometrics

Tengah malam tadi, webometrics meluncurkan release terbaru di webnya berkenaan dengan ranking webometrics januari 2014. Cukup menarik, karena pergeseran khas dalam setiap pengumuman menjadi sangat menarik.

TIdaklah terlalu banyak elemen yg dirubah saat ini sehingga tidak menyebabkan kekacauan dalam pemahaman dan langka optimasi sehingga menyusun strategi peningkatan ranking webometrics januari 2014 tidak terlalu sulit, hanya mempertajam faktot akurasi optimimasi, lembar evaluasi harian dan konsistensi mingguan, pemerataaan pola kerja pengawasan per unit dan kesadaran dalam masing-masing parisipan.

Karena selama ini jika begitu ranking webometrics berubah drastis yang disebabkan faktor elemen penilaian yang berubah, menjadikan strategi dan taktiknya diadaptasi kembali dengan analisa awalan yg berbeda butuh pemikiran kembali yg analitis, sehingga perlu juga mengkomparasi antar elemen yg berbeda tersebut, agar bisa diukur, progress report dalam elemen terbaru..

Continue Reading »

No responses yet