Sistem Penjaminan Mutu - Webometrics ranking universities

Jul 29 2011

Efektifitas Pelatihan Webometrics & Seminar Webometrics

Published by at 9:11 pm under Webometrics

Sudah 3 tahun ini merasakan cukup berbahagia bisa sharing tentang strategi optimasi webometrics ke berbagai perguruan tinggi, dan bersyukur jika semua yang pernah mengundang ada peningkatan yang signifikan. Namun memang itu adalah prestasi dari masing-masing perguruan tinggi.

Mendesain sebuah pelatihan webometrics kurang efektif jika hanya berwujud dalam bentuk seminar webometrics, karena ada beberapa budaya dalam masyarakat di zona nyaman perguruan tinggi, dan ketika seminar hanya mempunyai output untuk upgrading skill, upgrading motivasim upgrading harapan, upgrading perencanaan. Ketika menyentuh dalam implementasi tanpa pengawalan dari pendamping, maka budaya menunda akan menjadi satu ganjalan berarti, baik budaya menunda dari level staf edukatif maupun administratif dan teknis.

Budaya menunda sering menjadi bagian dari ciri di institusi pendidikan, misal ketika di fakultas mau izin ada rapat di pusat, ketika di pusat mau izin ke fakultas, namun ketika dicek di kedua tempat ternyata tidakada, dan ada kepentingan keluar.

Sehingga dalam 2 tahun ini merasakan ada pola pelatihan webometrics yang dilanjutkan dengan pendampingan akan lebih efektif dan mempunyai tolak ukur nyata di lapangan, dan indikasi penyimpangan perilaku dari tim webometrics (baca:klien) bisa dibatasi dengan check list berbentuk onlinem dan sharing user & password.

Semua itu bisa dilakukan karena prestasi tim webometrics secara kuntitaif bisa dipantau dari search engine yang ditarget. Sehingg pendamping atau konsultan webometrics bisa secara periodik melihat perkembangan.

Pelatihan webometrics ada 2 bentuk dalam prakteknya :

Pertama, mengirimkan personel ke seminar webometrics, maka selanjutnya tugasnya memberik sharing kepada insitusinya. Namun sayangnya apakah ini benar2 terjadi sharing secara penuh, seperti konsep indahnya?

Kedua, mengundang trainer ke institusi (in house traning), sehingga bisa secara langsung terjun ke dapur tim webometrics dan secara humanis memberikan penyadaran, penyuluhan, sharing, hati ke hati baik itu one to one atau one to many sifatnya. Namun untuk bentuk ini harus didampingi dengan formulir monitoring dan evaluasi, sehingga jika menerapkan dari implementasi Manajemen ISO 9000, akan sangat luar biasa, ada SOP, form dan bentuk Wewenang yang jelas, kemudian menerapkan Sikluas Mutunya secara 6 bulanan.

Namun memang ini harus dibarengi dengan kesadaran bahwa mengikuti pelatihan webometrics tidak sekedar untuk kredit point saja, karena point yang sebenarnya nanti ketika ranking bisa naik secara konkret.

Ada budaya, resistensi, pola perilaku, sumber daya fisik yang masing-masing harus diselesaikan satu-persatu.

Sehingga saran dari saya, bahwa mencoba secara konkret untuk mengikuti pelatihan yang bersifat in house traning dan pendampingan selama 3 bulan, itu jauh lebih efektif, dari pada hanya seminar sehari dalam kerangka wacana, konseptual, dan hanya mempunyai output pada pematangan rencana2 saja nantinya, walau sudah ada tim ber ST/SK sekalipun.

Mungkin ini sebagai catatan saja selama 3 tahun ini ketiaka diminta menjadi narasumber seminar atau menjadi pendamping, rasa-rasanya memang perlu efektif dengan adanya pendampingan ke klien2, hasil lebih konkret.  Sekedar berbagi pengalaman. sukses selalu

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply