Archive for July, 2011

Jul 31 2011

Koneksi Visibility Webometrics dengan Social Media

Published by under Webometrics

Social media adalah media 2 arah atau lebih, hal ini sangat cocok untuk memberikan sedikit pacuan terhadap webometric ranking bagi perguruan tinggi.  Semua ini karena social media adalah bersifat day to day dan one to one sekaligus one to many.

Kenapa social media bisa memberikan dampak peningkatan webometrics ranking? Kita perlu ingat bahwa dari sekian parameter webometrics ranking ada visibility, yang berbentuk inbound link, dari sekian banyak metode yang saya terapkan maka  meningkatkan kualitas distribusi informasi adanya  konten kualitas dari stakeholder  UII melalu jalur  social media, yang berdampak adanya perhatian dalam scope pertemanan di social modeia untuk merespon,misal menereruskan, merekomendasikan, mencadikan catatan, juga berbentuk memberikan feedback dalam media online lain berbentuk referensi, backlink dampaknya. Dalam istilah bakunya, visibility yang generic, bukan rekayasa.

Visibilty yang generic memacu adanya one way link, sedang search engine sangat peduli terhadap one way link. Lalu bagaiman dengan two way link? Keduanya sama namun dari sisi quality backlink maka one way linik adalah yang terbaik.

Dari sisi filosofis, one way link bersifat referer, referensi dan two link adalah social, exchange dan friendship.

Sehingga dalam membuka distribusi informasi untuk visibilty generic, ini sangat bagus, namun dari sekian banyak yang saya coba hanya sekitar 8 social media yang  efektif dalam memacu visibilty yang generic dan sekaligus inbound linknya mudah terbaca Yahoo.

bl webo

No responses yet

Jul 30 2011

Webometrics Ranking Juli 2011, UII naik 3 point turun 1 point

Published by under Webometrics

Menyimak pengumuman webometrics ranking juli 2011, cukup menarik bagi UII, karena dari sana tampak  3 parameter yang naik cukup signifikan tetapi ada 1 parameter yang turun drastis, namun inilag sebuah kompetisi internasional, dengan analisa data statistik menjadi cukup menarik untuk menjadikan catatan internal UII.
Khusus januari 2011 - juli 201, catatan kecilnya sebagai berikut :

Periode Size

(20%))

Visibility

(50%

Rich Files

(15%)

Scholar

(15%)

Januari 2011 1565 1707 3556 232
Juli 2011 1074 1373 2956 1809
Ranking (naik/turun) +491 +334 +600 -1577

Dari tabel tersebut secara praktis bahwa :

Kenaikan peringkat

Size Web UII mengalami kenaikan 491 peringkat
Visibility  Web UII mengalami kenaikan 334 peringkat
Rich Files Web UII mengalami kenaikan 600 peringkat

Penurunan Peringkat

Scholar Web UII mengalami penurunan 1577 peringkat

Catatan :

Penurunan dari sisi scholar karena UII  dari januari 2011 hingga Juli 2011, UII hanya berhasil menambah file untuk Google Scholar sekitar 100an file, sedang perguruan tinggi lain ada yang 15 ribu file.
Tantangan bagi kita semua untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan webometrics ini dari sisi kekayaan file journal, penelitian dll

Ditunggu.

No responses yet

Jul 30 2011

Webometrics Juli 2011, kenapa etika publikasi sempat diabaikan

Published by under Webometrics

Melongok hasil webometrics juli 2011, memang ada banyak kejutan dan itulah indahnya webometrics ranking universities versi ini, ketika UI menjadi no 1, dan unggul dari UGM dan ITB  ini cukup menarik, tentu banyak yang akan menganalisa dan masuk ke web ketiganya.

Tapi bukan itu sebenernya yang membuat sedih, tapi kenapa webometrics juli 2011 dipenuhi intrick dari beberapa perguruan tinggi yang mengabaikan HAKI dan Copyright, ketika ada banyak file bukan sebagai hasil potensi perguruan tinggi tersebut, diupload dan menjadi bagian penilaian di sisi Google Scholar. Hemmmm masak sih panduan sebuah Software ikut diupload ke sebuah perguruan tinggi itu? Padahal itu adalah panduan yang melampiri pembelian Software yang  bersifat terbatas dan premium?

Ada juga nota sobek di-scan, padahal itu bukan bagian dari informasi yang berkualitas, ada undangan robekyang juga bukan sebagai bentuk dokumen akademis. Semua ini memang persoalan hati nurani saja, etis dan tidak etis ketika sebuah web khusus berkenaan karya ilmiah di masuki dokumen sekedar menambah2 bobot penilaian di rich file PDF.

Namun itulah, ketika Quality Content bukan tujuan lagi, semata kuantitas. Namun webometrics juli 2011 memang membuat kita merasa, ada perbedaa strategi dalam mengikuti persaingan ini.

Bersyukur UII tidak dibutakan upayanya mengupload dok yang melanggar HKI, karena quality content adalah bagian dari pendidikan masyarakat.

Sukses webometrics juli 2011

No responses yet

Jul 30 2011

Webometrics ranking untuk Juli 2011, se Indonesia

Published by under Webometrics

Webometrics ranking untuk Juli 2011, se Indonesia

Info lengkap

Ranking Se Indonesia sebagai berikut
Angka di depan nama universitas, itu ranking dunia-nya.

  1. 562 University of Indonesia
  2. 632 Institute of Technology Bandung
  3. 817 Universitas Gadjah Mada
  4. 845 Gunadarma University
  5. 1180 Bogor Agricultural University
  6. 1218 Universitas Negeri Malang
  7. 1260 Petra Christian University
  8. 1264 Universitas Muhammadiyah Malang
  9. 1274 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  10. 1294 Diponegoro University
  11. 1348 Andalas University
  12. 1361 Universitas Sebelas Maret
  13. 1388 Airlangga University
  14. 1473 Universitas Sriwijaya
  15. 1477 Brawijaya University
  16. 1540 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  17. 1580 Universitas Islam Indonesia
  18. 1604 Universitas Muhammadiyah Surakarta
  19. 1671 Universitas Sumatera Utara
  20. 1760 Universitas Mercu Buana
  21. 1850 Indonesia University of Education *
  22. 1912 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
  23. 1950 Universitas Padjadjaran
  24. 2043 Yogyakarta State University
  25. 2083 Universitas Lampung
  26. 2162 Informatics and Computer College Stmik Amikom
  27. 2226 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  28. 2373 Universitas Negeri Semarang
  29. 2553 Universitas Tarumanagara *
  30. 2600 Bina Nusantara University
  31. 2632 Universitas Hasanuddin University
  32. 2723 Universitas Udayana
  33. 3051 Unikom
  34. 3068 Ahmad Dahlan University
  35. 3403 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  36. 3468 Atma Jaya Yogyakarta University
  37. 3471 Universitas Riau Beranda
  38. 3556 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel
  39. 3770 Duta Wacana Christian University
  40. 3912 Universitas Terbuka
  41. 4127 Universitas Katolik Parahyangan
  42. 4182 Institut Sains & Teknologi Akprind
  43. 4201 ISI Denpasar
  44. 4342 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta
  45. 4651 Universitas Trisakti
  46. 4871 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)

No responses yet

Jul 29 2011

webometrics ranking universities

Published by under Webometrics

Webometrics ranking, saat ini menjadi perbincangan dikalangan akademisi dilingkungan perguruan tinggi, pro kontra masih melekat pada perbincangan tersebut. Namun setidaknya webometrics ranking telah membuat banyak pihak di dunia merasakan bagaimana komparasi nyata antar perguruan tinggi tidak saja se indonesia tetapi seluruh dunia.

Untuk meningkatkan kepedulian dalam kualitas webometrics ranking memang tidak mudah, namun ini tantangan publisitas dan keterbukaan dunia. Sehingga dari listing perguruan tinggi di webometrics ranking yang dimulai dari yang terbaik bisa kita lihat sejauh mana sebenernya perguruan tinggi yang bisa menduduki webometrics ranking .paling atas dan seterusnya

webometrics ranking bisa menjadikan peta deskriptif, bahwa ada perguruan tinggi yang hebat di berbagai negara sehingga tidak saja kita mengenal adanya perguruan tinggi dari milis, dari teman, dari cerita, dari blog2, dari milis/situs beasiswa, tetapi juga bisa mencari secara mandiri di web webometrics. Persoalan apakah secara absolut penilaian webometrics ranking memiliki akurasi terhadap kualitas yang Anda bayangkan dan inginkan, itu bisa digali lebih lanjut, namun tentu menjadi kan referensi bagi akademisi perguruan tinggi bahwa ada "yellow pages" dunia tentang perguruan tinggi.

Tentu seiring waktu webometrics ranking akan menjadi isyu yang tetap berkembang, dan dari sanalah manfaat akan terus dirasakan walau itu bukan dari sisi akurasi webometrics ranking systemnya.

No responses yet

Jul 29 2011

Efektifitas Pelatihan Webometrics & Seminar Webometrics

Published by under Webometrics

Sudah 3 tahun ini merasakan cukup berbahagia bisa sharing tentang strategi optimasi webometrics ke berbagai perguruan tinggi, dan bersyukur jika semua yang pernah mengundang ada peningkatan yang signifikan. Namun memang itu adalah prestasi dari masing-masing perguruan tinggi.

Mendesain sebuah pelatihan webometrics kurang efektif jika hanya berwujud dalam bentuk seminar webometrics, karena ada beberapa budaya dalam masyarakat di zona nyaman perguruan tinggi, dan ketika seminar hanya mempunyai output untuk upgrading skill, upgrading motivasim upgrading harapan, upgrading perencanaan. Ketika menyentuh dalam implementasi tanpa pengawalan dari pendamping, maka budaya menunda akan menjadi satu ganjalan berarti, baik budaya menunda dari level staf edukatif maupun administratif dan teknis.

Budaya menunda sering menjadi bagian dari ciri di institusi pendidikan, misal ketika di fakultas mau izin ada rapat di pusat, ketika di pusat mau izin ke fakultas, namun ketika dicek di kedua tempat ternyata tidakada, dan ada kepentingan keluar.

Sehingga dalam 2 tahun ini merasakan ada pola pelatihan webometrics yang dilanjutkan dengan pendampingan akan lebih efektif dan mempunyai tolak ukur nyata di lapangan, dan indikasi penyimpangan perilaku dari tim webometrics (baca:klien) bisa dibatasi dengan check list berbentuk onlinem dan sharing user & password.

Semua itu bisa dilakukan karena prestasi tim webometrics secara kuntitaif bisa dipantau dari search engine yang ditarget. Sehingg pendamping atau konsultan webometrics bisa secara periodik melihat perkembangan.

Pelatihan webometrics ada 2 bentuk dalam prakteknya :

Pertama, mengirimkan personel ke seminar webometrics, maka selanjutnya tugasnya memberik sharing kepada insitusinya. Namun sayangnya apakah ini benar2 terjadi sharing secara penuh, seperti konsep indahnya?

Kedua, mengundang trainer ke institusi (in house traning), sehingga bisa secara langsung terjun ke dapur tim webometrics dan secara humanis memberikan penyadaran, penyuluhan, sharing, hati ke hati baik itu one to one atau one to many sifatnya. Namun untuk bentuk ini harus didampingi dengan formulir monitoring dan evaluasi, sehingga jika menerapkan dari implementasi Manajemen ISO 9000, akan sangat luar biasa, ada SOP, form dan bentuk Wewenang yang jelas, kemudian menerapkan Sikluas Mutunya secara 6 bulanan.

Namun memang ini harus dibarengi dengan kesadaran bahwa mengikuti pelatihan webometrics tidak sekedar untuk kredit point saja, karena point yang sebenarnya nanti ketika ranking bisa naik secara konkret.

Ada budaya, resistensi, pola perilaku, sumber daya fisik yang masing-masing harus diselesaikan satu-persatu.

Sehingga saran dari saya, bahwa mencoba secara konkret untuk mengikuti pelatihan yang bersifat in house traning dan pendampingan selama 3 bulan, itu jauh lebih efektif, dari pada hanya seminar sehari dalam kerangka wacana, konseptual, dan hanya mempunyai output pada pematangan rencana2 saja nantinya, walau sudah ada tim ber ST/SK sekalipun.

Mungkin ini sebagai catatan saja selama 3 tahun ini ketiaka diminta menjadi narasumber seminar atau menjadi pendamping, rasa-rasanya memang perlu efektif dengan adanya pendampingan ke klien2, hasil lebih konkret.  Sekedar berbagi pengalaman. sukses selalu

No responses yet

Jul 29 2011

Pengumuman Webometrics

Published by under Webometrics

Secara internasional ketika di web webometrics dicantumkan tanggal pengumuman webometrics, maka masyarakat dunia akan fokus terhadap tanggal tersebut. Sebenernya kapan webometrics mengumumkan?

Dalam penjelasan resmi, bahwa webometrics akan mengumumukan 2 kali dalam 1 tahun, januari dan jul. Namun kita ketahui pada pengumuman webometrics januai 2011 baru muncul di awal frebruari. Semua ini karena webometrics mempunyai ketergantungan data kuantitafi dari search engine yang digunakan.

Pengumuman webometrics pada juli 2011, memang akan sangat berbeda, karena setidaknya ada uji pemakaian kepada exalead.com, yang memang memiliki kecenderungan dalam indexing untuk server2 non asia.

Juga adanya pengumuman dai Yahoo search bahwa API untuk hasil query untuk visiblity dan size sudah tidak bisa digunakan untuk banyak pihak, sejak maret 201. Sehingga ketika banyak tim optimasi webometrics menggunakan software2 pengukur otomatis, memang sedikit terhmbat.

Pada awal juli 2011 pihak webometrics mengumumkan bahwa tanggal 29 juli 2011 adalah hari yang ditunggu banyak pihak untuk melihat pengumuman webometrics, namun dalam kenyataannya satu hari sebelum diumumkan, sudah diganti tanggal pengumuman webometrics menjadi 30 juli 2011.

Namun sebaiknya kita tunggu pengumuman  webometrics juli 2011 sambil terus berakatifitas.

No responses yet

Jul 29 2011

Webometrics dari sisi marketing

Published by under Webometrics

Marketing dimulai dari adanya awareness terhadap brand, sehingga ketika perguruan tinggi mengedepankan publisitas dari hasil kompetisi tingkat dunia seperti webometrics, sangat berpengaruh terhadap brand perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Namun memang tidak semua perguruan tinggi merasa bahwa publikasi otomatis dari hasil perankingan webometrics menjadi penting, setidaknya untuk kelanjutan promosi program paska sarjana. Bukankah mahasiswa S3, S3 bisa begitu luasa targetnya, sehingga bisa antar negara. Jika menggunakan promosi manual, konvensional,sejauh mana kekuatannya, karena tentu ketika publikasi yang tanpa predikat bersifat diskriptif dalam marketing, atau maksimal dalam persuasi media.

Sehingga ketika keberadaan webometrics sebagai salah satu  marketingtool kelas internasional yang berdampak pada awareness kemudian reputasi dan akhirnya pada martabatnya, memiiliki nilai lebih daripada deskriptif.

Saat ini semakin banyak media yang peduli kepada hasil pemeringkatan webometrics, sehingga pengakuan masyrakat yang bersifat inner, dan soft selling akan membantu perguruan tinggi yang mempunyai point baik di webometrics.

komparasi antar perguruan tinggi yang berbeda negara dan beda benua, secara kuntitatif, webometrics lah jawabannya.

No responses yet