Webometrics ranking universities- Sistem Penjaminan Mutu -

Apr 22 2014

Webometrics, apa manfaatmu sih? Tapi memang mantap

Published by 021002420 under Webometrics

Webometrics ranking di tahun 2014 ini membuat beberapa orang semakin sadar, fluktuasinya benar2 membuat deg-degan bagi para optimatornya, namun tidak berpengaruh kepada unsur stakeholder yang memang tidak memiki ikatan emosional terhadap webometrics ranking, bahkan mungkin antipati.

Kemaren mengikuti rapat optimalisasi media online perguruan tinggi, dan selalu ada saja yang resisten terhadap kegiatan peningkatan webometrics, karena :

  • hanya sempit memikir seakan mengejar ranking
  • hanya sempit memikirkan perlombaan antar perguruan tinggi
  • hanya sempit memikirkan bahwa lebih penting BAN daripada webometrics
  • hanya sempit memikirkan mengejar ranking webometrics adalah sia-sia
  • hanya sempit memikirkan bahwa webometrics tidak berpengaruh ke animo mahasiswa baru

Continue Reading »

No responses yet

Mar 04 2014

Pentingnya Kebijakan mendukung sukses webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

Saya ingat di sebuah perguruan tinggi di Jateng, ketika mengundang saya sharing berkenaan webometrics ranking, sibuk dengan fokus kepada aspek teknis, sehingga lupa merumuskan aspek KEBIJAKAN, padahal itu penting. Karena dengan kebijakan dari pimpinan universitas maka seakan ada mesin pendorong untuk melaju, ibarat mobil ada dukungan bahan bakar, sopir dan izin, tidak hanya faktor teknis mobil yg harus kerawat dll.

Sehingga optimalisasi webometrics ranking yang mendasarm, yah dimulai dari kebijakan pimpinan tertinggi, agar itu menjadi bagian dari kekuatan yg integratif, yang menyatu dengan aktifitas harian di semua lini.  Pernah mendampingi sebuah Pergutuan tinggi negeri, antara pimpinan dan bagian IT nya tidak match, kurang komunikatif dan lempar tanggungjawab, sy sampai bingung ini, kok bisa bagian IT sepertinya lebih berkuasa dari pimpinan perguruan tingginya?

Dalam perjalanan memang ada kemajuan berarti setelah kebijakan diperjelas, disosialisasikan, ditindaklanjuti dengan monitoring yg jelas. Sehingga webometrics ranking mungkin bukan tujuan utama, tetapi sinergi didalam perguruan tinggi, serempak, sejalan, dan saling beriringan untuk memperbaiki aspek publikasi di media online menjadi tujuan utama.

Kebijakan ini menjadi awal dari segalanya, yang kadang dilupakan dari penggiat IT untuk webometrics, yang mungkin ide untuk optimalisasi webometrics muncul dari tengah, middle management. Karena mungkin saja ada benturan kepentingan, benturan waktu, benturan harapan, benturan kesibukan yang itu perlu sebuah ‘alat menerobos’  dari crowditnya  SDM di dunia pendidikan, yg memang beda budaya kerjanya dengan perusahaan-perusahaan yg penuh tantangan karir.

Kebijakan akan menjadikan semua lini ‘peduli’, tanpa kepedulian, baik dari mahasiswa, alumni, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan lainnya maka webometrics kurang nonjok hasilnya, karena webometrics ranking adalah impact dari prestasi kolektif.

So, aturlah sebaik mungkin agar ada kejelasan yang memang semakin baik dan menjadi terbaik dalam mengoptimalikan webometrics, dengan kebijakan sebagai restu awal.

No responses yet

Mar 04 2014

Pentingnya Pemilahan aspek strategis dan taktis dalam optimalisasi webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

DI tahun 2013, merasakan perjalanan  5 tahun menggeluti webometrics ranking  untuk UII, juga ada pengalaman beberapa kali ngisi sharing ke perguruan tinggi lain, ternyata ada benang merah yg bisa diambil, hingga sy rumuskan dalam bentuk file excell. Yaitu perlunya menyusun strategi komprehensif dalam mengoptimalkan sumber daya perguruan tinggi, agar memiliki perjuangan maksimal membenahi media onlinenya, yang nantinya berdampak pada kualitas publisitas, salah satunya berdampak kepada webometrics ranking.

Memang tidak bisa dengan mudah memberikan penekanan kepada SDM peguruan tinggi dengen begitu saja lewat seminar, rapat dll, karena perlunya  penyusunan peta resistensi di internal yang harusnya dipahami dahulu. Peta resistensi seperti kekuatan yang kontra produktif, menurut saya. Karena pada kelanjutan program, maka jika resistensi ini merata di level2 manajemen, bisa memjadikan keraguan para optimatornya, bisa menjadikan semangat yang menurun, di sisi lain ada embrio untuk menjadikan susunan tim beganti-ganti karena keraguan itu, ini yg harus dirumuskan di awal.

Masalah teknis berkenaan dengan sumber daya IT dari sisi hardware dan software, juga menjadi salah satu pokok penilaian awal, karena memang kadang TOp Management semangat penuh, namun ada kendala di level menengah berkenaan infrastruktur, sehingga dari awal perlu dipilah potensia masing-masing unit, di matana sebenernya bisa dilakukan dengan PRE TES, dan interview, atau dengan kertas Harapan yang diisi secara spontan.  Namun, biasanya harapan tinggi terhadap infrastuktur juga kurang beralasan, di beberapa lini, karena ketidaktahuan yg merata terhadap kebutuhan yg sebenernya, misal ada yg minta dibelikan laptop untuk semua tim di fakultas dan prodi, kita tahu itu tidak korelatif terhadap prestasi media online, karena memang pada dasarnya harus diukur kekuatan IT di luar Laptop itu sendiri,  jangan jangan hanya sebagai alasan, mumpun ada kegiatan optimalisasi webometrics, mengajulan laptop ah..
Masalah lain berkenaan dengan kedispilinan, ini penting, karena biasanya ada korelasi, orangt2 yang tidak disiplin memiliki argumen yg tinggi, semata bukan memajukan institusi, namun lebih kepada upaya menutupi lubang2 dengan susunan alasan yang berlapis, dan sengaja dibenturkan agar masuk akal. Yah kalau memang tidak disiplin, yah yang harus berubah orangnya, bukan sistemnya saja.  Sehingga perlu dibagi kepada titip fungsi dan operasi, misal adanya KIP, SOP dan Performance Indicator, dan 6 hal lainnya, agar semakin terukur.

Dan masih banyak lainnnya, buannyaak, namun itu dulu lah yang terpenting adalah tidak semua upaya dalam optimalisasi webometrics itu bersifat strategis, ada di beberapa lini bersifat taktis, bahkan sangat taktis, sehingga jika kita memang tidak memilah dengan baik, maka energi dalam memacu peningkattan media online perguruan tinggi akan terbuang, dan beberapa hal tidak tercapai.

Setelah pemilahan aspek strategis dan taktis dalam optimalisasi webometrics ranking, tinggal menyusun TIM yang tepat, dengan kualifikasi pada 2 aspek tersebut, jangan asal nyomot orang..  nanti malah bisa jadi batu sandungan.

No responses yet

Feb 27 2014

Webometrics juga sebuah seni

Published by 021002420 under Webometrics

Ilmu manajemen sendiri bukan sekedar ilmu teknis, tapi juga seni sehingga menjadi dasar juga dalam mengoptimalkan ranking webometrics secara sistematis, tanpa rekayasa, maka unsur seni ini akan sangat dirasakanan.

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memiliki seni dalam mendorong SDM Nya pedulu terhadap prestasi digital document, terlepas adanya webometrics ranking ataupun tidak

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memanaje tertib administrasi perangkat digitalnya dg seni pendekatan kedisiplinan berbasis SOP, dengan seni penyusunan SOP dan Performance Indicator, sering sy buat dalam tabel2 excell, terpantau harian.. agar menjadikan progress report semakin jelas. MIsal kapan mahasiswa UPLOAD materi skripsinya, berapa hari sebelum wisuda, berapa lama hrs sudah upload materi dri seminar di sebuah unit dll.

Webometrics ranking system, mendorong ada seni komunikasi antar webmaster di masing2 unit, baik secara terpantau oleh tim webometrics, Humas, badan IT nya, divisi dl, Sehingga ini menjadi media sharing, terbukti selama ini setelah komunikasi lancar ada pertukaran ilmu dan pengalaman yg berharga, ada salah satu unit yg webnya menjadi semakin baik dan bisa mempromosikan secara online karena bimbingan rutin dari tim webometrics dan sharing sesama webmaster, misa penggunaan plug in, ekstensi, dan tool tambahan lain.

Webometrics ranking system, mendorong adanya seni meningkatkan kualitas komunikasi antar stakeholder dg tema apapun, dg pemanfaatan web forum dll, kita tahu size dalam faktor webometrics berhubungan dengan kondisi jumlah halaman secara total, misal dengan pembuatan e community, forum dll, yah semua itu bukan sekedar utk webometrics ranking, bahkan boleh dikata itu sebagai bentuk kesadaran internal akan pemberdayaan IT, sehingga

No responses yet

Feb 21 2014

Akreditasi BAN-PT kok dibandingkan Webometrics ranking?

Published by 021002420 under Webometrics

Sudah berkali-kali memberikan pelatihan webometrics, seminar webometrics, workshop webometrics semuanya pernah saya rasakan dan pasti sy temukan resistensi terhadap webometrics ranking, bahkan menjadi narasumber di sebuah institusi yg nun jauh di sana, ada salah satu pimpinannya malah ngantuk2 dengerin presentasi saya, tapi bawahannya semangat luar biasa untuk meningkatkan ranking webometrics, ternyata dalam perjalanan cukup lama sy dengar kabar karena memamn beliau hanya mau tahu akreditasi BAN PT saja, memang masih banyak memandang webometrics sebelah mata, malah mengatakan penilaian Akreditasi model BAN PT lebih baik dari Webometrics ranking, pemahaman yg umum dalam kondisi saat ini; walau porsinya tidak sepenuhanya tepat.

Sy sendiri merasa bahwa webometrics ranking bukan rival yang sifatnya head to head dengan Akreditas BAN PT, ada istilah pribadi “salah komparasi jika keduanya dibandingkan head to head”.

  1. Penilaian BAN PT, bersifat kualitatif meski ada skor dari asesor, tapi ada deviasinya, sedangkan webometrics kuantitatif terbuka angka pencapaiannya 24 jam per elemennya, di Google, Majestics, Ahrefs dll
  2. Penilaian BAN PT persepsional, artinya masing-masing asesor bisa saja berbeda memberikan nilai atas point dari obyek  kualitas yg sama. Sedang webometrics bersifat FIX, sebuah angka yang diambil dari search engine dan media valid lainnya.
  3. Penilain BAN PT karakteristik lokal, khas Indonesia, orang SPANYOL belum tentu paham model penilaiannya, dan aspek nya, sehingga belum tentu bisa nilai Akreditasi BAN PT di Indonesia dibandingkan dengan Akreditasi di SPANYOL, secara head to head. Sedangkan webometrics, nilai dari Indonesia mau dibandingkan seluruh dunia, metode penilaian sama, tidak ada yang berbeda antara negara, dan sifatnya komparatif, sangat bisa dibandingkan antar pretasi perguruan tinggi antar negara, antar benua.
  4. Penilaian BAN PT memiliki proses pencapaian tertutup, artinya tidak bisa di akses online, bahwa point dari masing-masing aspek penilaian sebuah perguruan tinggi berapa saja, itu sulit, yang tahu tentu asesor dan BAN PT, namun di weboemetrics ranking, mau liat pencapaian prestasi online 24 jam secara terbuka tidak masalah,  mau lihat perguruan tinggi di USA, point dari eleman ke 4 webometircs di menit ini di berapa, maka tetap bisa.   Atau ponti eleman ke 1 webometrics antara  UGM dengan ITB< bisa dipantau setiap menit oleh seluruh individu sedunia.
  5. Penilaian BAN PT bersifat menyeluruh, sedang webometrics ranking hanya dari sisi media online saja.

Sehingga yah maklum saja, kalau masih ada yang merasa bahwa penilaian dalam akreditasi BAN PT dianggap rival nya webometrics ranking, karena saking tidak tahunya, atau tahu namun hanya sekilas saja.

No responses yet

Feb 21 2014

Webometrics, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Published by 021002420 under Webometrics

bincang2 dalam sebuah ruangan kampus di sebuah kota tentarang webometrics ranking,  ada tokoh penting, ada pimpinan perguruan tingginya, ada dosen yang baru lulus S3nya, ada dosen yang baru menjabat posisi baru, awalnya ketika masuk dalam ruangan itu saya langsung dapat sapaan menyenangakan dari pimpinan universitas di kota tersebut “Nah ini dia Mr Webo”  yah sebutan ini sebagai apresiasi karena sudah lebih dari 5 tahun fokus dalam webometrics ranking ini.

Namun ketika saya duduk, nyeletuklah salah satu dalam ruangan itu “Apa masih bisa webometrics ranking menarik minat mahasiswa baru?” tanya salah satu orang di ruangan itu. KOntan saja salah satu pimpinan menerangkan singkat, intinya tetap ke arah positif, walau ada nilai tren di sana.

Terus terang karena sy baru datang saya belum menanggapi apapun, karena tidak tahu apa materi diskusi informal sebelumnya. Namun akhirnya saya tulis sajalah di blog ini, tentang webometrics ranking, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Pertama, tidak semua prestasi perguruan tinggi harus dikorelatifkan dengan animo mahasiswa barunya yang meningkat, jangan berpikir transaksional, karena ada prestasi individu dan prestasi kolektif. Prestasi individu misal dari mahasiswanya, dosennya, karyawannya, dll Ada juga yang sifatnya koletif, salah satunya webometrics ranking ini. Adakah selalu orang meributkan seorang mahasiswa yg tiba2 juara lomba catur se Indonesia, dengan kalimat “apakah pengaruh juara catur ke animo mahasiswa baru?”.

Kedua, prestasi webometrics bisa bersifat alamiah, tidak ada upayapun secara khusus  yg sengaja mengarah kepada peningkatan ranking webometrics bisa mendapatkan posisi yg baik, dengan syarat pola administrasi digital di perguruan tinggi berjalan dengan baik, upload skripsi mandiri oleh mahasiswa, upload jurnal karya ilmiah lain juga mandiri, pola penulisan blog juga mandiri oleh dosen, mahasiswa, karyawan. Forum online kampus juga begitu hidup, media e community kampus begitu aktif dll

Ketiga, bahwa mengenal kembali konsep branding, maka sebuah universitas memiliki kekuatan brand yg terus dibangun  untuk memiliki persepsi yang baik, dari sisi kepercayaan ini, tentu banyak aspek yang menjadi pertimbangan pribadi masing-masing individu, bagaikan sebuah rumah panggung yang ditopang banyak tiang kayu, maka  masing2 tiang memiliki beban dan fungsi menahan benda yang berbeda, sama dengan aspek branding, tidak bisa hanya dari 1 lini saja, maka semua masyarakat akan percaya, webometrics dan 4icu menjadi acuan dasar dari sisi penilaian aspek media online yang komparatif sedunia.  Sehingga persepsi yang dibangun, tidak hanya ke Indonesia saja, bermodal BAN PT tetapi juga ke mancanegara, atas point popularitas hasil webometrics ranking.

Keempat, kalau y komentar webometric tidak ada gunanya, terutama untuk menjaring mahasiwa baru, maka perlu dipertanyakan, apakah memahami secara utuh (bukan parsial) manfaat motivasi webometrics ranking ini, antara lain, karena webometrics mengandalkan pencarian berbasis search engine untuk mendapatkan point, maka mau tidak mau sebuah website jika ingin unggul di webometrics ranking maka memiliki stuktur web yang SEO FRIENDLY, atau istilah dasarnya SEARCH ENGINE FRIENDLY, nah dampaknya maka

  • web perguruan tinggi akan semakin mudah dikenal search engine
  • semakin banyak halaman web perguruan tinggi yg di index Google
  • semakin informatif web perguruan tinggi di search engine karena keyword penting yg dicari masyarakat online bisa kearahkan ke web perguruan tinggi
  • semakin banyak lin k yg lahir secara alamiah dari pembara, alumni, mahasiswa ke web perguruan tinggi

Sehingga dampaknya adalah KETERBACAAN konten web perguruan tinggi semakin baik di media online, dan itu sangat potensial untuk meningkatkan online branding di media online.. Ketika masyarakat mengetikkan  keyword “psikologi anak” maka web Fakultas PSIKOLOGi PTS ini di akses, ketika ada yan mencari di Google dg KEYWORD : Fakultas Ekonomi Yogyakarta (baca sedang nyari fakultas ekonomi di YOGYA) maka web fakultas FAKULTAS EKONOMI PTS Ini nomor 1 dan tentu paling cepat di akses daripada yg lain, termasuk web yg tidak bisa muncul dalam pencarian seacrh engine akan kehilangan peluangnya.

Sehingga dorongan webometrics bukan ke ranking saja loh, tapi standar kualitas media online perguruan tinggi, agar semakin dekat dengan masyarakat, seacrh engine dan stakeholdernya. Ranking hanya sebuah impact

Comments Off

Feb 13 2014

Jadikan Webometrics untuk cerminan bukan momok menakutkan

Published by 021002420 under Webometrics

Banyak yang masih memahami webometrics sekedar angka ranking yang memvonis perguruan tinggi ini lebih baik atau lebih buruk, banyak yang tersinggung dan marah karena posisi ranking ini. Yah itulah, ke awam an dalam memahami ranking webometrics mempengaruhi juga semangat dalam meningkatkan kualitas media online perguruan tinggi.  Tulisan ini saya buat karena barusan membaca pengumuman ranking webometrics januari 2014.

Di sisi lain, juga masih terjadi pemahaman yang sifatnya personal, artinya selalu mengkaitkan ranking webometrics dengan peningkatan gaji, kesejahteraan, kesuksesan lulusannya.  Yah ini sebuah sindrom, kenapa selalu dalam sistem perangkingan langsung berpikir, ‘benarkah sdh lebih baik, lebih sejahtera”, bahkan di sebuah Facebook Page di salah satu UII, ada yang menyatakan bahwa ranking webometrics tidak penting karena tidak menjamain kesejahteraan karyawan.

Terlalu luas pemahaman terhadap ranking webometrics, atau terlalu sempit terhadap webometrics menjadikan semua ini akan menjadi materi diskusi yang panjang, hingga suatu saat nanti orang akan memahamo dalam porsi yang benar, dan akan kelihatan diterimanya webometriscs, sebagai sebuah cermin yang mengukur posisi media online perguruan tinggi dibanding perguruan tinggi lainnya, sebagai salah satu cara benchmarking.

Ada juga yang ketakutan bahwa Webometrics baik belum tentu akreditasi baik, ini juga sebuah pemahamana yang memaksakan korelasinya, karena tentu berbeda, akreditasi dari BAN PT bersifat lokal dan tidak komparatif dalam bentuk kuantitatif yang terbuka rankingnya, karena hanya penilaian bersifat diskriptif. Sedang webometrics komparatif, perguruan tinggi di Indonesia bisa membandingkan dengan yang di USA, Inggris dll dan dalam bentuk pengukuran yang terbuka, karena prestasi dan elemennya bisa dilihat secara online, juga 4 parameternya bisa diukur siapapun secara terbuka di media online.

Kenapa webometrics terlihat sangat menakutkan baggi sebagian orang, karena mungkin tidak berdaya nya dalam logika, dalam merumuskan strategi pengembangan internal perguruan tinggi, sehingga merasa bahwa sesuatu yang selalu menilai perguruan tinggi, assesment perlu di tolak akurasinya agar tidak menurunkan reputasi dirinya atau institusinya.

Jadikan ranking webometrics adalah sebuah cermin yang bisa menjadikan perguruan tinggi lebih baik, dengan elemen2 yang terlihat dan digunakan. Mari kita dukung filosofi webometrics untuk mendorong perguruan tinggi terbuka terhadap kekayaan digitalnya, terbuka terhadap jurnal, skripsi, artikel, opini, karya tulis, hasil penelitian, agar dunia ini semakin terbantu dari ilmu yg digratiskan dunia pendidikan termasuk karya dari perguruan tinggi sedunia ini.

Sehingga dengan elemen penilaian webometrics kita bisa menentukan

  1. Pola pengembangan SDM dibidang IT dan Publikasi
  2. Mendorong Dosen agar cepat tanggap terhadap ahasil karyanya
  3. Mendorong Hasil penelitian disharing ke masyarakat luas untu kemajuan bersama
  4. Mendorong agar perguruan tinggi care terhadap perkembangab masyarakat dengan tulisan2 solusif melalui forum, blog, web, file pdf, video, audio dan cara seminar/workshopnya…ranking webometrics mendorong keterbukaan dan ketertiban administrasi online, bisa dikemas dengan adanya webometrics, dijadikan alasan untuk membangun media online perguruan tinggi lebih baik

No responses yet

Feb 12 2014

Pengumuman Webometrics Ranking Januari 2014

Published by 021002420 under Webometrics

Tengah malam tadi, webometrics meluncurkan release terbaru di webnya berkenaan dengan ranking webometrics januari 2014. Cukup menarik, karena pergeseran khas dalam setiap pengumuman menjadi sangat menarik.

TIdaklah terlalu banyak elemen yg dirubah saat ini sehingga tidak menyebabkan kekacauan dalam pemahaman dan langka optimasi sehingga menyusun strategi peningkatan ranking webometrics januari 2014 tidak terlalu sulit, hanya mempertajam faktot akurasi optimimasi, lembar evaluasi harian dan konsistensi mingguan, pemerataaan pola kerja pengawasan per unit dan kesadaran dalam masing-masing parisipan.

Karena selama ini jika begitu ranking webometrics berubah drastis yang disebabkan faktor elemen penilaian yang berubah, menjadikan strategi dan taktiknya diadaptasi kembali dengan analisa awalan yg berbeda butuh pemikiran kembali yg analitis, sehingga perlu juga mengkomparasi antar elemen yg berbeda tersebut, agar bisa diukur, progress report dalam elemen terbaru..

Pengalaman mengkoordinasi tim webometrics ranking, ada rasa bosan dan jenuh jika SDM kita tidak dipacu dg pola kreatif individu dan tantangan sistematis, bahkan dosen pun malas untuk partisipasi di webometrics ranking, karena sudah merasa di zona nyaman, dan enggan untuk dibebani sesuatu yang baru dg model kompetisi yg sangat komparatif sedunia.

Tabel ranking webometrics januari 2014  untuk 20 besar Indonesia

Rank Indonesia

Universities

1

Universitas Gajah Mada

2

Institut Teknologi Bandung

3

Universitas Indonesia

4

Universitas Airlangga

5

Universitas Padjajaran

6

Universitas Brawijaya

7

Universitas Diponegoro

8

Institut Pertanian Bogor

9

Institut Teknologi Sepuluh November

10

Universitas Gunadarma

11

Universitas Hasanudin

12

Universitas Kristen Petra

13

Universitas Islam Indonesia

14

Universitas Pendidikan Indonesia

15

Universitas Sebelas Maret

16

Unibersitas Bina Nusantara

17

Universitas Muhamadiyah Yogyakarta

18

Universitas Mercubuana

19

Universitas Negeri Semarang

20

Universitas Sriwijaya

Selanjutnya ranking webometrics januari 2014 se Asia  Tenggara.
+ Webometrics ranking   1 - 100 +

Ranking    World Rank    University
1    83    National University of Singapore
2    233    Nanyang Technological University
3    280    Chiang Mai University
4    294    Mahidol University
5    339    Chulalongkorn University
6    341    Prince of Songkla University
7    416    Khon Kaen University
8    451    King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang
9    459    Kasetsart University
10    524    Thammasat University
11    582    Universiti Sains Malaysia
12    598    Universitas Gadjah Mada
13    601    Naresuan University
14    611    Universiti Putra Malaysia
15    630    Universiti Teknologi Malaysia
16    636    Institute of Technology Bandung
17    639    University of Malaya
18    696    University of Indonesia
19    731    Suranaree University of Technology
20    738    Burapha University
21    752    King Mongkut’s University of Technology Thonburi
22    776    Mahasarakham University
23    845    Universiti Teknologi MARA
24    859    Universiti Kebangsaan Malaysia /
25    1013    (3) Airlangga University
26    1036    Universitas Padjadjaran
27    1052    Brawijaya University
28    1062    (1) Asian Institute of Technology Thailand
29    1088    Diponegoro University / Universitas Diponegoro
30    1098    Silpakorn University
31    1141    Vietnam National University Hanoi
32    1156    Bogor Agricultural University
33    1224    Walailak University
34    1228    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
35    1268    Ramkhamhaeng University
36    1297    Srinakharinwirot University
37    1302    Gunadarma University
38    1376    Singapore Management University
39    1382    Can Tho University
40    1427    King Mongkut’s University of Technology North Bangkok
41    1450    Al Madinah International University
42    1459    Hasanuddin University
43    1492    Rajamangala University of Technology Lanna
44    1531    Suan Dusit Rajabhat University
45    1561    Suan Sunandha Rajabhat University
46    1566    International Islamic University of Malaysia
47    1590    Petra Christian University
48    1601    Universitas Islam Indonesia
49    1604    (1) University of the Philippines Diliman
50    1615    Maejo University
51    1622    Universitas Pendikan Indonesia
52    1629    Universitas Sebelas Maret
53    1636    Rajamangala University of Technology Isan
54    1652    Universiti Utara Malaysia
55    1652    Rangsit University
56    1736    Assumption University of Thailand
57    1763    Bina Nusantara BINUS University
58    1776    Ubonratchathani University
59    1799    Thaksin University
60    1802    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
61    1825    Hanoi National University of Education
62    1830    Universitas Mercu Buana
63    1871    Universitas Negeri Semarang
64    1901    De La Salle University Manila
65    1923    Universiti Malaysia Sabah
66    1938    Universitas Sriwijaya
67    1947    Universitas Muhammadiyah Malang
68    1980    Universitas Sumatera Utara
69    1993    Pibulsongkram Rajabhat University
70    2000    Universiti Malaysia Perlis
71    2018    Yala Rajabhat University
72    2055    Universiti Tun Hussein Onn Malaysia
73    2058    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
74    2107    Bangkok University
75    2127    STISI Telkom
76    2134    Mae Fah Luang University
77    2138    University of Nottingham Malaysia
78    2141    Mahanakorn University of Technology
79    2192    Multimedia University
80    2215    Loei Rajabhat University
81    2240    Siam University
82    2306    Yogyakarta State University
83    2322    (3) University of the Philippines Los Baños
84    2341    Rajamangala University of Technology Tawan-Ok
85    2365    Andalas University
86    2365    Universiti Tunku Abdul Rahman
87    2375    Universitas Negeri Malang
88    2394    Universitas Muhammadiyah Surakarta
89    2413    Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
90    2425    Universiti Malaysia Sarawak
91    2428    Ho Chi Minh City University of Technology
92    2439    Lampang Rajabhat University
93    2479    Uttaradit Rajabhat University
94    2516    (3) University of the Philippines Manila
95    2516    Rajamangala University of Technology Suvarnabhumi
96    2523    Rajamangala University of Technology Thanyaburi
97    2711    Rambhai Barni Rajabhat University
98    2722    Rajabhat Institute Chandrakasem
99    2724    Ho Chi Minh City University of Pedagogy
100    2734    National Institute of Development Administration

No responses yet

Jan 30 2014

5 Salah paham tentang Webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

Kaget juga seorang profesor di sebuah universitas negeri, berkomentar di media online tentang webometrics, namun sayangnya komentarnya kurang relevan, sepertinya belum memahami webometrics secara mendalam, hanya sekedar ‘itu adalah sistem perangkingan dunia’

Sudah belasan kali (mungkin puluhan kali) saya mengisi workshop2 tentang webometrics di berbagai perguruan tinggi, dan memang ada pemahaman yang tidak merata, ini menjadikan pincang, dalam memahami sistem ranking webometrics.

Nah untuk mengantisipasi kesalahan besar dalam memahami perangkingan webometrics ini saya berikan 5 salah paham tentang webometrics, agar masyarakat bisa memahami filosofi webometrics dengan tepat

  1. Katanya sistem ranking webometrics bukan gambaran kualitas perguruan tinggi yg sebenarnya. Jawab : Loh, itu penialaian yg sebenarnya, namun bukan semua aspek perguruan tinggi dipertaruhkan di sana, seperti layaknya sistem penilaian lain yang parsial, , misal kompetisi GREEN CAMPUS, kompetisi kampur terbersih, seperti komperisi sepak bola, lomba karya tulius, kompetisi olimpiade, kontes robot dll bahwa yg kalah menang di sana bukan berarti total kualitas perguruan tinggi secara menyeluruh jg dipertaruhkan dg cara itu.
  2. Katanyasistem ranking webometrics bisa rekayasa. Jawab : Soal rekayasa pada semua lini penilaian bisa dijalankan, bahkan utk Akreditasi BAN PT saja juga bisa terjadi, persoalannya jika ada rekayasa, itu kesalahan besar partisipan, bukan pada penyelenggaraan kompetisi atau assesmentnya, tinggal pertajam sistem akurasi penilainnya.
  3. Katanya sistem ranking webometricstidak ada manfaat. Jawab : Semua bentuk popularitas perguruan tinggi kelas dunia, yang hadir dari sistem soft selling seperti penilaian webometics ini, sangat berguna karena komparasi antar perguruan tinggi, menjadi horisontal antara perguruan tinggi di malaysia, indonesia, kanada, korea, memang selama ini perguruan tinggi merasa bahwa popularitas hanya dari pergerakan hardselling, seperti iklan, promosi, komisi ke pengampu ke SMA, dll
  4. Katanya sistem ranking webometrics soal adu kekuatan IT. Jawab : bukan IT semata, namun metode penilaiany lebih menggunakan IT BASED, namun obyek penilaian justru tidak dari IT semata, karena misal jurnal, skripsi, partisipasi dosen, karya tulis, kerjasama luar, dll menjadi point penting juga.
  5. Katanya sistem ranking webometrics tidak berdampak untuk internal Perguruan tinggi, Jawab : jika semua elemen webometrics dioptimalkan, dan diposisikan webometrics sebagai cerminan prestasi media online dan benchmarking, maksudnya webometrics bukan tujuan utama, maka yang terjadi nanti adalah tertibnya administrasi online, baik dari tenaga kependidikan/pendidik/mahasiswa/alumni dan media2 pendukunganya. Karena akan ada kedisipilinan dalam kualitas dan publikasi dari potensi perguruan tinggi. Sayangnya memang kadang ini mengusik zona nyaman para pemangku jabatan dan tenaga pendidik di perguruan tinggi, sehinga memacu resistensi.

So, darikaca marketing ranking webometrics dapat meningkatan visibiliti yang positif ke nasional dan dunia, tinggal apakan kita memang open mind?

No responses yet

Jul 24 2013

Parameter Pemeringkatan 4icu dan Webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

Pro kontra terhadap sebuah penilaian, apalagi yg mengarah kepada diri kita atau organisasi kita itu sudah biasa. Intepretasi terhadap sistem penilaian itu, menjadi bahan perbincangan, sebagai bentuk peralihan pembicaraan dari “seberapa prestasimu?”. Sudah umum penilaian itu bisa saja ’sangat dibenci jika membahayakan bagi jabatan atau penilaian prestasi jabatannya.

Namun saya bersyukur, bahwa ada pula yang masih menerima fungsi dari pemeringkatan webometrics dan 4icu sebagai bentuk benchmarking untuk media online, walau secara langsung itu menukik kepada penilaian prestasi online dari beliau-beliau ini. Salut yg care ini.

Lalu apa sebenernya parameter dari pemeringkatan 4icu dan webometrics?

Beberapa kali paramater penilaian ini mengalami perubahan, termasuk untuk 4icu Juli 2013, banyak pergeseran posisi perguruan tinggi di 10 besarnya, karena 4icu merevisi parameternya, sehingga jika dilihat di Juli 2013, 4icu  fokus pada parameter tebarunya sebagai berikut

Untuk web ranking dari 4icu, informasi  terbaru Juli 2013, yang menjadikan banyak perubahn posisi, indikator ini sangat kental dengan istilah teknis

  1. Page Rank
  2. Majestic SEO  Referring
  3. Majestic SEO Citation Flow
  4. Majestic SEO Trust Flow
  5. Alexa Rank
Sedang untuk Webometrics, ada 4 faktor sebagai berikut (mohon maaf ini ada perubahan dari website webometrics), sehingga mungkin tidak sama dengan media lain yg menyajikan parameter lama, ada 2 kelompok parameter.

Visibility (50%)

Impact,  adalah kualitas tautan eksternal dari web lain dengan data visibilitynya memanfaatkan sajian data dari  2  mesin pencari yaitu Majestic SEO dan Ahrefs.

Activity (50%)

Terdiri dari 3 Indikator

  1. Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2012) dan di Google Scholar (tahun 2007-2012)
  2. Presence adalah jumlah halaman website (html) dan halaman dinamik yang tertangkap oleh mesin pencari (Google), tidak termasuk rich files.
  3. Openness merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
Setidaknya itu, saya coba edit2 lagi di waktu mendatang.

No responses yet

Jul 24 2013

Kesalahan menafsirkan Ranking 4icu & webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

Kisah fiktif : Di sebuah arena pekan olah raga mahasiswa,  ramai sekali, para supporter  semangat berteriak, didorong oleh fanatisme kampusnya, didorong oleh perjuangan dan ingin hasil terbaik.  Kemudian dari peringkatnya, ternyata   PTN XXXX nomor 1 dan ITB, UGM, UI ada di peringkat bawahnya.Kemudian esoknya di media masa ada tulisan “PTN XXXX  adalah terbaik se Indonesia”

Ada juga kemaren lomba catur antara mahasiswa, PTN YYYY memenangkanya dan peringkat I, di atas ITB, UGM dan UI, kemudian pagi harinya di media masa tertulis “PTN YYYY terbaik se Indonesia berdasar Catur  xxxxx”

Gonjang-ganjing akhirnya, karena menang dilomba catur, lalu di-identik-kan bahwa total kualitas perguruan tinggi menang segala-galanya hanya dari lomba catur saja. Menurutnya, Jadi yg juara 1 lomba catur, itu total kualitas perguruan tingginya baik. Itu semua di atas hanya perumpamaan, jika mirip itu kebetulan. Itulah kesalahan memahami  kompetisi, termasuk salah tafsir memahami hasil peringkat webometrics dan 4icu.

Kalau kita sudah memahami dengan benar, apa paramater2 penilaian dalam kompetisi2 di dunia perguruan tinggi, maka kita akan  faham, bahwa masing2 kompetisi itu memiliki value, untuk kepentingan tertentu, baik dari olah raga, agama, psikologi, soft skill dan peningkatan aspek-aspek yang sifatnya parsial, bukan penilaian yang integratif, value itu dikemas oleh masing-masing organisasi yg membidanginya, misal ada FIFA untuk sepak bola, atau ada stadarisasi ITTF untuk tenis meja.

Saya hanya sosok biasa, namun menilai bahwa salah tafsir ini menjadikan orang2 penting termasuk koran2 penting, berbondong-bondong terjerumus kedalam ruangan pemikiran dengan tafsir yg kurang tepat, namun yakin itu adalah pemikiran yg tepat dan memiliki berita dengan nilai jual tinggi.

Lalu apakah 4icu dan webometrics itu tidak penting?
Jawabnya sangat penting, karena itu pola benchmarking terbaik dengan pendekatan kuantitatif dan komparatif sedunia, terutama untuk Webometrics, siapa perguruan tinggi yg dibawah PTS XXXX? dari negara mana?

Aspek marketingnya sangat kuat, bahkan kalau dilihat diskusi anak2 SMA di Yahoo answer, di milis, mereka membandingkan 2-3 perguruan tinggu yang akan dipilih, orientasinya ke webometrics.

Peringkat di Indonesia termasukj BAN PT, adalah pola dari penilaian kualitatif yang bersifat closed. Namun untuk webometrics adalah penilaian kuantitatif yang bersifat opened, karena setiap hari bisa dilihat angka prestasi secara online, oleh semua orang, berapa pencapaian perguruan tinggi UI, UGM, ITB dll

Tinggal penentuan formula dari masing-masing pengelenggara perankingan web dunia ini.

Menurut Dirjen DIKTI (2009, Red), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D “menekuni Webometrics jauh lebih realistis bagi perguruan tinggi Indonesia, terutama yang bukan comprehensive university, ketimbang bersaing dirating THES-QS yang sangat kompetitif dan fluktuatif”.

Sehingga saya menulis di blog ini, juga bertujuan memberikan tafsir sekilas, bahwa pemeringkatan webometrics dan 4icu adalah lebih kepada penilaian kualitas media online perguruan tinggi, bukan menjadikan lambang ‘lebih baik’ dan ‘lebih buruk’ bagi total kualitas perguruan tinggi yang ada saat ini.

Menyikapi webometrics dengan Lembah Manah lan nrimo

Banyak yang protes terhadap penilaian webometrics dan 4icu, bukan karena  faktor validitas penyelenggara pemeringkatan sebagai acuan, tetapi lebih kepada sisi SDM Perguruan tinggi tersebut yang ‘tersenggol’ zona nyamannya, karena semangat webometrics sendiri, dalam bahasa saya adalah

  1. Wahai perguruan tinggi, janganlah pelit ilmu, jadikanlah karya ilmiah, skripsi, journal dan pemikiran insan akademik untuk  bahan peningkatan kualitas masyarakat, sehingga jangan hannya disimpan di rak-rak buku, di flashdisk tapi juga dipublish di website, apalagi karya2 yang didanai hibah yang diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan mereka, termasuk bidan industri, kesehatan,  UKM, ekonomi, kedokteran dll
  2. Wahai perguruan tinggi, jadikanlah media online perguruan tinggi menjadi kekayaan masyarakat umum dengan ilmu, kajian, analisa dan pemikirannya, sehingga perguruan tinggi benar mampu membangun bangsa yang baik tidak hanya dari mahasiswanya tapi  juga dari pengaruh2 nya ke masyarakat lewat  media berkualitas
Namun dari 2 hal tersebut
  1. Tidak mudah mengubah SDM di perguruan tinggi untuk tertib administrasi, rela upload mandiri SKRIPSI menjelang wisuda, upload tesis/disertasi bagi lulusan S2/S3.
  2. Tidak mudah mengubah budaya pengajar rela ‘diatur’ untuk memanfaatkan media online dengan disiplin demi komunikasi kepada mahasiswa.
  3. Tidak mudah mengubah budaya cepat upload materi (free) sehabis ada seminar ada workkshop, tidak mudah menjadikan orang menulikan berita secara real time, karena biasanya kesandung budaya menunda ‘nanti sajalah’ dll
  4. Tidak mudah mengubah SDM rela menulis di blog, forum dll lebih senang memanfaatkan facebook an yng rileks dll. Banyak SDM yang mungkin mengatakan tidak ada waktu untuk bantu peningkatan kualitas media online perguruan tinggi, tapi rela berjam-jam facebook di kantor, termasuk main game di Facebook.
Yah sedikit banyak ada resisten terhadap pemeringkatan webometrics dan 4icu, bahka melawan secara habis-habisan walau belum tahu benar apa ‘parameter’  webometrics dan 4icu sebenernya, namun penolakan itu lebih didorong ‘jangan sampai ada kerjaan tambahan baru dan aturan baru’.
Lalu bagaimana penerapan lembah manah lan nrimo terhadap webometrics?
Jadikanlah pemeringkatan ini sebagai benchmarking, untuk melihat sejauh mana perkembangan optimalisasi media online dari perguruan tinggi lain, bagaimana manajemennya, bagaimana pemberdayaannya, bagaimana kepeduliannya, bagaimana menjadikan stakeholder optimal berpartisipasi di media online termasuk cara penggunaan yang efektif. Anggap itu bukan ‘penilaian’ tapi melihat sebagai ‘peluang perbaikan’.
Sungguh, sebenernya ini akan memberikan dampak SDM perguruan tinggi akan lebih tertib administratif media onlinenyam termasuk dokumen-dokumen onlinanya…  Namun seperti kata-kata klise, butuh kesadaran dan kemauan belajar kembali, meski yang guru besar sekalipun.
Semoga webometrics dapat menjadikan cermin bagi berbagai perguruan tinggi Indonesia, untuk melihat ‘aku sampai mana’ dan perguruan tinggi lain sampai mana.

++ Sebuah catatan umum atas pengamatan sekilas beberapa perguruan tinggi di Indonesia, hasil diskusi ringan dengan insan pendidikan di berbagai perguruan tinggi ++

No responses yet

Jul 16 2013

Pengumuman Ranking 4icu Juli 2013

Published by 021002420 under 4icu

Di dalam pemeringkatan web perguruan tinggi,  terdapat  beberapa penyelenggara beserta metode yang digunakan, salah satunya adalah Versi 4icu ( 4 International Colleges & Universities) yang menyusun pemeringkatan untuk  11,160 perguruan tinggi dari aspek  popularitas website dari 200 negara, dan sudah eksis dalam pemeringkatan sejak bulan mei 2005.
Berdasar pembaruan ranking, yang dikeluarkan pada 15  Juli 2013,  ranking web untuk 25  perguruan tinggi di Indonesia sebagai berikut :
1.    Universitas Gadjah Mada
2.    Universitas Indonesia
3.    Institut Teknologi Bandung
4.    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
5.    Universitas Kristen Petra
6.    Universitas Padjadjaran
7.    Universitas Brawijaya
8.    Universitas Sebelas Maret
9.    Universitas Diponegoro
10.    Universitas Sumatera Utara
11.    Institut Pertanian Bogor
12.    Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
13.    Universitas Airlangga
14.    Universitas Gunadarma
15.    Universitas Sriwijaya
16.    Universitas Nusa Cendana
17.    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
18.    Universitas Pendidikan Indonesia
19.    Universitas Mercu Buana
20.    Universitas Bina Nusantara
21.    Universitas Esa Unggul
22.    Universitas Negeri Yogyakarta
23.    Universitas Islam Indonesia
24.    Universitas Hasanuddin
25.    Universitas Muhammadiyah Surakarta

banyak sekali pergeseran ranking dari perguruan tinggi yg terbiasa masuk 10 peringkat menjadi di luar 10. Karena memang secara umum, 4icu merevisi parameter detilnya untuk penilaian pemeringkatan.

Komparasi Ranking 3 periode penilaian

Komparasi ini  untuk melihat perubahan dari perguruan tingg di Indonesia

No

Universities

Juli 2012

Januari 2013

Juli 2013

1

Universitas Gadjah Mada

3

1

1

2

Institut Teknologi Bandung

1

2

3

3

Universitas Indonesia

2

3

2

4

Universitas Brawijaya

8

4

7

5

Universitas Gunadarma

5

5

14

6

Institut Pertanian Bogor

4

6

11

7

Universitas Diponegoro

7

7

9

8

Universitas Sebelas Maret

9

8

8

9

Universitas Pendidikan Indonesia

10

9

18

10

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

12

10

17

11

Universitas Mercu Buana

18

11

19

12

Universitas Airlangga

6

12

13

13

Universitas Padjadjaran

11

13

6

14

Universitas Islam Indonesia

14

14

23

15

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

15

15

4

16

Universitas Bina Nusantara

16

16

20

17

Universitas Sumatera Utara

13

17

10

18

Universitas Negeri Malang

19

18

28

19

Universitas Muhammadiyah Malang

21

19

29

20

Universitas Sriwijaya

17

20

15

No responses yet

Feb 19 2013

peningkatan webometrics ranking via social media

Published by ipan under Webometrics

Social media adalah media 2 arah atau lebih, hal ini sangat cocok untuk memberikan sedikit pacuan terhadap webometric ranking bagi perguruan tinggi.  Semua ini karena social media adalah bersifat day to day dan one to one sekaligus one to many.

Kenapa social media bisa memberikan dampak peningkatan webometrics ranking? Kita perlu ingat bahwa dari sekian parameter webometrics ranking ada visibility, yang berbentuk inbound link, dari sekian banyak yang saya terapkan untuk memacu webometrics ranking yaitu meningkatkan distribusi informasi terhadap kualitas konten dari subdomain web di seluruh UII yang menarik dan kita gunakan social media untuk memacu adanya visibility yang generic, bukan rekayasa.

Visibilty yang generic memacu adanya one way link, sedang search engine sangat peduli terhadap one way link. Lalu bagaiman dengan two way link? Keduanya sama namun dari sisi quality backlink maka one way linik adalah yang terbaik.

Dari sisi filosofis, one way link bersifat referer, referensi dan two link adalah social, exchange dan friendship. Sehingga mungkin saja Visibility dari social media tidak tercakup dalam perhitungan, tapi stimulasi kepada  teman2 di jaringan  bisa berdampak kepada ketertarikan dari konten web, sehingga rela memberikan link di blog mereka.

Tentu dalam menbuka distribusi informasi untuk visibilty generic, ini sangat bagus, namun dari sekian banyak yang saya coba hanya sekitar 8 social media yang  efektif dalam memacu visibilty yang generic dan sekaligus inbound linknya mudah terbaca Yahoo.

No responses yet

Feb 19 2013

Webometrics Rangking , dari perspektif marketing

Published by 021002420 under Webometrics

Apa ujung dari upaya marketing, adalah persepsi, itu penting dipahami. Jika ada yang memahami ujung dari marketing adalah penjualan/transaksi mungkin itu belum tepat, apalagi diukur hanya dari jumlah mahasiswa baru yang masuk. Sehingag tidak akan ketemu nalar jika rangking webometrics berbanding jumlah mahasiswa baru, karena webometris mencakup hingga pelosok dunia, mungkin saja perguruan tinggi di Afrika yang di ranking dunianya, di bawah perguruan tinggi kita jadi penasaran, dan mengalisa web perguruan tinggi diatasnya, sehingga yang awalnya tidak dikenal menjadi lebih mengenal. Tidak harus mereka menjadi mahasiswa baru kita, namun jika kerjasama kedua perguruan tinggi terbentuk, maka itu sudah upaya marketing yang baik.

Sehingga ketika webometrics dikaitkan dengan APAKAH BISA MENAMBAH MINAT MAHASISWA baru, justru ini pertanyaan kontroversial, karena tidak setiap langkah perbaikan harus berujung kepada indikator kenaikan jumlah pendaftar di mahasiswa baru.

Apakah setiap Aktifitas harus korelatif dengan kenaikan animo mahasiswa baru?

  • Apa mengirim 20 dosen kuliah S3?
  • Apakah mengirim tim Kejuaraan Lomba Olahrag?
  • Apakah mengirim tim lomba panjat dinding?
  • Apakah mengirim tim bantuan sosial dalam bencana?

Tentu tidak harus berujung kepada Angka kunatitatif di mahasiswa baru, kemudian

  1. Apakah webometrics akan memperbaikan perguruan tinggi secara keseluruhan?
  2. Apakah webometrics benar menjadi ukuran kualitas perguruan tinggi?

Saya mungkin hanya tersenyum jika ada pertanyaan seperti itu dilontarkan dengan nada sinis, kenapa? Berarti dia belum mengenal Webometrics secara utuh, ngertinya cuma webometrics itu “ranking” saja, dan segala upaya yang dilakukan hanya untuk ranking,

Waduh, kalau ada yang memikirkan seperti itu sebaiknya melihat kembali apa indikator dari webometrics, sudah jelas keterbukan media digital perguruan tinggi mulai dari jurnal, karya ilmiah, blog dosen, analisa, materi penting, semua agar perguruang tinggi care terhadap pembangunan oleh masyarakat.

No responses yet

Feb 19 2013

8 catatan kecil tentang webometrics yg perlu diketahui

Published by 021002420 under Webometrics

Webometrics hanya merangking dari website jadi bukan ukuran total kualitas dari perguruan tinggi, sehingga jika ada yang mengatakan webometrics bukan jaminankualitas perguruan tinggi, memang dari awal webometrics tidak mengatakan sebagai ranking kualitas perguruan tinggi secara keseluruhan, hanya aspek web saja.

8 hal yang perlu diketahui, berkenaan dengan webometrics

  1. Webometrics ranking  oleh Cybermetrics Lab, Spanyol, TIm  riset dari  Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) yaitu  Badan penelitian publik terbesar di Spanyol. CSIC sendiri berdiri sejak 2006 dan memiliki 126 pusat penelitian di seluruh Spanyol ini juga merupakan  salah satu organisasi penelitian pertama Eropa.
  2. Tahun 2013, sekitar 20.000 perguruan tinggi ikut serta dalam penilaian ini
  3. Perangkingan se Indonesia, se- asia tenggara, se Asia, se Dunia
  4. Webometrics Rangking dikeluarkan 2 kali dalam setahun, bulan Juli dan januari
  5. Webometrics adalah penilaian kuantitatif, bukan kualitatif
  6. Webometrics tidak melakukan investigasi offline/online ke server perguruan tinggi, tapi menggunakan search engine
  7. Hasil penilaian bersifat terbuka, pencapaian per menit, perjam, per hari bisa dipantau semua orang di search engine yang ditunjuk
  8. Metode pemanfaatan media online masing-masing perguruan tinggi bisa dipelajari oleh perguruan tinggi lain secara online

No responses yet

Feb 19 2013

Hambatan umum dalam optimasi webometrics

Published by 021002420 under Webometrics

Webometrics, kadang diposisikan kontroversial ditengah kenyamanan dunia pendidikan, bahkan ada yang hanya berpikir, ‘ngapain ngejar ranking webometrics’. menanggapi itu tentu baiknya dengan pendekatan khusus karena pastilah perlu penyederhanaan pemikiran bahwa webometrics bukan tujuan, tetapi kedisiplinan dalam penggunaan media online adalah tanggungjawab, untuk memajukan bangsa. Tentu ada dampak bagus jika perguruan tinggi tidak pelit terhadap file2 dan karya penelitian, artikel dll.

Beberapa kali sharing dengan beberapa perguruan tinggi, memang  kehadiran tim-tim yang ditujukan untuk keikutsertaan  sistem ranking webometrics  mengalami kendala

  1. Belum bisa diterimanya dengan baik  hasil  perangkingan webometrics di kalangan SDM perguruan tinggi
  2. Belum siapnya para SDM  di perguruan tinggi meningkatkan kedisiplinan untuk membiasakan diri menggunakan media online dalam publikasi baik untuk kepentingan internal maupun umum
  3. Tidak mudah menstimulasi dosen agar  disiplin dalam mempublish potensi2 akademis di media online, misal  karya ilmiah, jurnal,  artikel, opini, tugas, materi kuliah, materi seminar
  4. Belum adanya sentuhan budaya dan pendekatan manajemen, harus dibantu misal ada SOP dalam  pengelolaan Web, ada Job Description yang jelas
  5. Alasan tidak ada waktu dari beberapa SDM, walau tampaknya ini sangat relative, karena ada beberapa ukutan sibuk dalam bekerja, toh  masih ada laporan sehari bisa facebookan 1-2 jam di kantor, walau mengatakan tidak ada waktu untuk webometrics

Dan masih banyak lainnya, namun webometrics tetap dapat dijadikan benhmarking untuk institusi pendidikan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

No responses yet

Feb 13 2013

Ranking 4icu, menarik karena UII posisi tetap

Published by 021002420 under Webometrics

Selaiin webometrics juga ada ranking untuk prestasi dari web perguruan tinggi yaitu, 4icu. Memang dalam perjalanannya sistem perankingan 4icu seakan kalah populer dengan webometrics, karena memang dalam jangkauannya ranking 4icu hanya mencakup 11 000an perguruan tinggi sedang webometrics hingga 20 000. Namun tidak karena angka itu saja, ada yang lebih kuat, yaitu relevansi terhadap file perguruan tinggi baik jurnal, karya ilmiah, skripsi dll, maka webometrics lebih memberikan bobot lebih, sedang di 4icu, berkenaan file sama sekali tidak diperhitungkan.

LIhat hasil ranking, klik

No responses yet

Feb 13 2013

Melihat Webometrics ranking january 2013

Published by 021002420 under Webometrics

Alhamdulillah, media benchmarking bidang web ranking khusus perguruan tinggi sedunia, sudah diluncurkan memang pengumuman webometrics edisi januari 2013 mundur ke bulan februari 2013 namun pengumuman ini tetap saja disebut webometrics januari 2013, karena memang periodik januari & juli.

UII bisa naik 1 peringkat, namun yang terpenting adalah perubahan internal akan kesadaran penggunaan media digital untuk publikasi jurnal, karya ilmiah, skripsi, dll

Webometrics ranking 2013

Webometrics adalah perangkingan web perguruan tinggi, jangan diartikan sebagai perangkingan segala-galanya tentang semua potensi perguruan tinggi. Artinya ketika webometrics diumumkan dan ranking berubah maka yang menjadi tolak ukur memang media online, sehingga webometrics tidak membahas soal kualitas dosen, gelar, gedung, dan kualitas secara keseluruhan.

Namun webometrics ranking fokus kepada web dan publisitas online, termasuk kekayaanm file untuk kepentingan umum, sehingga perguruang tinggi tidak pelit kepada hasil kajian, karya ilmiah dan penelitiannnya.

No responses yet

May 02 2012

Webometrics meningkatkan publisitas

Published by ipan under Webometrics

Di Majalah garuda yang di letakkan di belakang jok pesawar garuda pernah ada pengumuman besar berkneaan pengumuman ranking webometrics, juga ucapan selamat. Di media lain, ada Republika, Kompas dll Belum lagi didukung oleh media online seperti blog, forum dll

Sehingga memang banyak sekali dibantu dalam publikasi jika memang dalam rangking webometrics, pun tidak membayat untuk promoso di koran besaar, namun anggaran untuk optimasi wenometrics, nantinya bisa mencapa publisitas dari media ini.

Dan saat ini kesadaran adanya pemeringkatan web seperti webometrics menjadikan semakin banyak kesadaran merata akan adanya sistem dalam pemeringkatan web dari sistem yang berbeda.

Ini juga tentu akan menambah keyakinan para calon mahasiswa baru, termasuk para orangtuanya.

Berapa iklan ke koran selama 6 bulan?  Bisa untuk alokasi dana pemeringkatan webometrics kok

No responses yet

May 02 2012

Resistensi /penolakan terhadap pemeringkatan webometrics

Published by ipan under Webometrics

Kadang di perguruan tinggi banyak yang merasa webometrics, sangat dtidakperlu, juga bukan ukuran kualitas perguruan tinggu, sehigga tidak perlu diterapkan.

Sebenernya penolakan yang muncul dari staf edukasi, staf admininstrasi dan staf teknis di perguruan tinggi tidak selamanya menolak dengan alasan tidak penting, tetapi lebih kepada menajemen waktunya.

  1. Tidak ada waktu
  2. kerjaan dah buuanyak

Padahal di satu sisi staf yang menolak karena tidak ada waktu itu, sehari-hari mengakses facebook hingga 2 jam dan tidak merasa keberatan untuk bermain di facebook, tapi kenapa membantu webometrics yang mungkin seharu cuma I0 menit pun tidak mau?

Yah karena terbiasa dalam proses bekerja lebih mengedepankan aspek suka dan tidak suka kepada tugas, tidak merasa bahwa tangtangan karir itu penting, atau karena sudah mentok karirnya.

Di satu sisi lain karena memang malas untuk belajar kembali..

No responses yet

May 02 2012

CMS mempengaruhi pemeringkatan webometrics

Published by ipan under Webometrics

Suatu hari ketika saya dan seorang rekan diminta sharing soal strategi optimal di webometrics, ada perdebatan soal apakah CMS mempengaruhi untuk pemeringkatan di webometrics.

Kemudian beberapa penjelasan saya sebagai berikut

  1. Webometrics tidak melakukan penilaian ke server perguruan tinggi, tapi ke seacrh engine sedangkan agar bisa optimasl di search engine maka ada PLUG IN / EKSTENSI / MODUL untuk semakian seacrh engine friendly
  2. Masing-masing CMS baik bikinan sendiri atau menggunakan opensource bisa dikembangkan agar website bisa makin mudah dikenali search engine, makin sering di kunjungi bot nya search engine
  3. Posting baru baik berupa teks, gambar dan file semakin cepat dikenali search engine semakin baik. sehingga banyak perangkat tambahan yang disediakan oleh CMS opensource sangat mendukung ini, terutama wordpress, joomla dan drupal

Lalu kalau dibikin make manual PHP, tetap bisa optimal namun untuk menambahkan fitur seperrti dalam CMS Opensource memang butuh waktu membangunnnya.

Seperti dalam Wordpress ada All In One SEO, Platinum SEO, dan perangkat lain yang dapat digunakan begitu cepat dalam hitungan menit. Dan memang wordpress, joomla dan drupal masih menjadi diidola untuk web portal perguruan tinggi, selain OJS, Moddle dll khusus untuk repositorynya.

No responses yet

May 02 2012

Strategi Backlink untuk Webometrics, natural dan rekayasa

Published by ipan under Webometrics

Banyak sekali cara untuk menoptimalkan Visibility dalam Webometrics, baik cara dari sisi pragmatis, teoritis dan praktis. Namun yang terpentng adalah akurasinya,

  1. Backlink yang tidak terbaca
  2. Backlink yang tidak diakui
  3. Backlink yang diakui lalu terhapus

nah pemeringkatan webomwtrics memang menuntun jumlah backlink meningkat, tetapi sebenernya dengan cara yang natural

  • Tulisan di web, kajian di web bagus kemudian direkomendasikan orang ke orang lain melalui backlink
  • File bermanfaat kemudian direkomendasikan orang ke orang lain melalui backlink
  • Gambar bermanfaat kemudian direkomendasikan orang ke orang lain melalui backlink
  • Opini yang bagus kemudian direkomendasikan orang ke orang lain melalui backlink

Itu yang bersifat natural walau untuk menunggu pihak lain melakukan itu dengan sukarela butuh waktu yang lama.

Nah saat ini rupanya proses itu dilewatkan banyak yang mengambil jalan pintas demi pemeringkatan webometrics

No responses yet

Apr 30 2012

webometrics menstimulasi perubahan sistem administrasi online perguruan tinggi

Published by ipan under Webometrics

Semangat dalam unggul di webometrics, sangat beragam,  bahkan ada yang santai namun juga extreme., Itu adalah hak dari semua pihak, namun  memang dengan adanya parameter di webometrics itu akan merubah pola administrasi di perguruan tinggi khususnya manajamen web.

Sehingga webometrics bukan tujuan utama, dan lebih baik kepada optimalisasi web agar perguruan tinggi semakin memberdayakan web untuk masyarakat. Peduli terhadap kekayaan file dan konte, yang intinya seegara mungkin untuk di publikasi masyarakat, tidak harus menunggu banyak, yang akkhirnya malah tidak terlacak kembali keberadaaanya.

Namun memang ini semua akan menganggi di zona nyaman para pelaku di perguruan tingginya, karena tentu ada perubahan tuntutan ke individu di perguruan tinggi terutama dosen dan karyawan administratif.

Semua memang butuh perjuangan dan kesadaran..

No responses yet

Apr 30 2012

Optimasi strategi webometrics untuk perguruan tinggi pro kepada search engine

Published by ipan under Webometrics

google

Tidak bisa tidak, perguruan tinggi yang akan berupaya optimal di webometrics, harus memahami karakter cari search engine, karena webometrics tidak langsung melakukan assesment ke server perguruan tinggi, tetapi menggantungkan kepada seacrh engine, sehingga kita harus berbaik hati kepada search engine.
Sedangkan seacrh engine sendiri, terutama Google sering melakukan perubahan Algoritma, terutama di April ini, sehingga sempat membuat was-was, karena aspek kuantitatifnya bisa berubah seiring perubahan di Google.

namun secara prinsip jika melakukan optimasi web dengan cara wajar, tidak extreme didukung memahami sang Google maka investasi kita di seacrh engine selama ini tetap aman.
Sehingga cara aman dalam investasi pemeringkatan webometrics adalah memahami sang seacrh engine itu sendiri..

No responses yet

Apr 30 2012

Perubahan backlink untuk Webometrics dari Yahoo ke Majestic

Published by ipan under Webometrics

Mungkin para pembaca sudah memahami bahwa webometrics memindahkan web partnernya untuk mengecek bakcklink. Pada tahun sebelumnya memang menggunakan Yahoo.com di search.yahoo.com.

yahoo com

Namun tahun 2010 ke 2011 sebenernya yahoo sudah menutup API untuk seacrh.yahoo.com, dan parahnya di tahun 2011, yahoo benar2 menutup web khusus untuk melihat kuantitas backlinknya. Sehingga  pemeringkatan dunia dari 4ICU dan Webometrics berpindah menggunakana dari Majesticseo.com

majestic
Otomatis dari perubahan ini tentu strategi pasti berubah, karena sistem indexing dari Yahoo ke Majestic ada beberapa perbedaan. dan ini tenyata menbuat langkah taktis harus berbeda.

Strategi untuk backlink dan taktiknya akan sedikit berbeda untuk webometrics 2012. Karena sistem indexing majesticseo.

No responses yet

Next »

This site employs the Wavatars plugin by Shamus Young.