Sistem Penjaminan Mutu - Webometrics ranking universities

Feb 06 2009

Hambatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi

Published by at 2:49 am under Sistem Penjaminan Mutu

Dalam implementasi  Sistem Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi hambatan terbesar bukan pada konsep yang akan diimplementasikan, karena kemungkinan konsep dapat mengadopsi dari perguruan tinggi lain atau dengan sitem eksternal, ISO misalnya. Lalu apakah hambatan terbesar dari implementasi itu?

Dari sekian hambatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu yang diutarakan dari berbagai sumber  dan saat bertemu diskui langsung dengan perguruan tinggi yang mengadakan  kunjungan studi banding ke Badan Penjaminan Mutu UII, kelom[ok besar nya  antara lain:

1. Komitmen Pimpinan
Mungkin dalam pembahasan di lingkup pimpinan mungkin segenap top manajemen  secara menggebu-gebu untuk menerapakan system penjaminan mutu, kalau perlu secara frontal dan cepat. Namun kemauan dan niat yang menggebu-gebu  terkadang tidak ditunjukkan dengan ketauladanan yang ditunjukkan oleh pimpinan. Info ini saya dapatkan  ketika mengisi program pelatihan sistem penjaminan mutu di Badan Penjaminan Mutu  yang diikuti olehUnit penjaminan mutu perguruan tinggi lain.

Dalam implementasi ini setidaknya ada 3 hal:

  • Ketauladan, perwujuduan komitmen dibangun dan diharapkan muncul dari Top manajemen
  • Kebijakan, terutama dalam pengambilan kebijakan berangkat secara bottom up.
  • Keterbukaan terhadap sistem baru berjalan secara berimbang dari top level  s.d bottom manajemen

Pernah salah satu anggota uunit penjaminan mutu dari klien manyampaikan bahwa ketika diadakan pelatihan sistem penjaminan mutu, pimpinan hanya membuka dan sambutan kemudian keluar ruangan . Setelah dicek ternyata diluar asik dengan merokok.
2. Sumber Daya Manusia (SDM)
Hampir semua peserta pelatihan Sistem Penjaminan Mutu  BPM UII yang terdiri dari berbagai pulau tersebut  selalu mengatakan, bahwa akan menemui hambatan terbesar dari faktor SDM, antara lain
- kemauan, kemauan untuk berubah, baru hambatan selanjutnya kemauan untuk
- kemampuan, kemampuan untuk mengiplementasikan sistem penjaminan mutu

3. Sistem/Teknologi Informasi
AKurasi dalam pengelolaan data  untuk kepentingan  monitoring dan evaluasi  implementasi system penjaminan mutu, tergantung banyak namun setidaknya dengan IT dan tersedianya Sistem Informasi yang baik maka akan mendukunga akurasi data. Akurasi data yang didukung IT ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

  • Kepercayaan stakeholder akan prodes pengolahan data Unit PEnjaminan mutu
  • Kepercayaan stakeholder akan proses keberlanjutan data Unit PEnjaminan mutu dari sisi akurasi progress report
  • Kepercayaan stakeholder akan minimnya kesalahan pengolahan dan bias-bias pengolahan antar waktu/tahun.
  • Menghasilkan sistem pelaporan yang cepat dan akuntable
  • Menghasilkan  pelaporan realtime yang antisipasif  terutama jika terjadi penyimpangan dari satuan waktu tertentu

Kesuksesan dari beberapa perguruan tinggi yang mengimplementasikan sistem penjaminan mutu, salah satunya keberhasilannya dipengaruhi oleh kemampuan meminimalisir resistensi baik secara filosofis dan admisnistrastif.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply