Webometrics ranking universities- Sistem Penjaminan Mutu -

Feb 20 2015

Webometrics antara penyemangat dan pengganggu

Published by under Webometrics

Webometrics adalah sebuah sistem perangkingan web perguruan tinggi di dunia, di tahun 2014 ini lebih dari 20ribu web  perguruaan tinggi di rangking dengan metode khas webometrics yang berpusat di Spanyol.  Memang dalam perjalanannya webometrics seakan menjadi penyemangat, namun di sisi lain juga sebagai “pengganggu”, bahkan saya pernah presentasi di suatu tempat berkenaan webometrics, malah beberapa baris depan sibuk sendiri dan ada yg tidur, yah karena memang memahami webometrics akan sebagai penggangu aktifitas mereka nanti yg sudah memasuki titik nyaman, titik stabil, sedangkan dengan keberadaan optimalisasi di kampus berkenaan media online perguruan tinggi bisa seakan nambah kerjaan.

Sebelum fokus di optimalisasi media online saya 9 tahun di  penerapan sistem manajemen mutu perguruan tinggi berbasis Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, dari versi 1994 sd 2008, waktu itu, dan memang merasakan bahwa sebuah sistem  yg baik ketika diterapkan dan menyentuh kepada budaya kerja yg sudah menjalar dari TAU SAMA TAU, akan menjadikan tumbuh resistensi. Resistensi ini sifatnya karena memang edukasi terhadapa sistem yang akan diterapkan bersifat kaku, menekan, mengawasi, dan ada evaluasi rutin, yg cukup mengganggu bagi beberapa orang yg memang tidak suka hasil kerjanya di evaluasi rutin. Continue Reading »

No responses yet

May 25 2014

Webometrics vs iklan PMB di koran

Published by under Webometrics

Tulisan ini muncul karena ada yg membandingkan webometrics langsung dengan animo mahasiswa baru secara korelatif, bahkan muncul komentar lebih baik iklan di koran daripada untuk webometrics.  Nah itulah pemahaman pihak lain yang menginspirasi tulisan ini.

Webometrics dalam rangka pola wolrd class universities, merupakan salah satu cara praktis dalam melakukan bencmarking prestasi perguruan tinggi untuk kepentingan tertentu, yang parsial, artinya kalau melihat pergerakan webometrics, maka bicara soal media online dan kekayaan file ilmiah di media online.  Intinya adanya sebuah predikat atas kepedulian perguruan tinggi yang peduli akan keterbukaan ilmu.

Lalu kenapa tiba2 ada yang mengkorelasikan dengan mahasiswa baru dari iklan PMB di koran? Yah karena memang saat ini ada keresahan di beberapa perguruan tinggi berkenaan dengan rendahnya animo mahasiswa baru ke perguruan tinggi mereka, sehingga dicari sebabanya dan solusinya, kemudian ketika ada upaya perangkingan webometrics, resistensi muncul karena masih bergulat dengan animo mahasiswa baru.

Continue Reading »

No responses yet

May 22 2014

Kedisiplinan berpengaruh terhadap prestasi webometrics

Published by under Webometrics

Semangat membangun media online perguruan tinggi memang tidak menuju webometrics ranking, tentu jangan diartikan setiap mengupload file, melatih SDM memiliki blog, itu hanya semata demi webometrics. Namun pemahamannya adalah.

  1. Upaya apa untuk mengembangkan media online yang memiliki relevansi terhadap masyarakat luas, salah satunya adalah dengan melihatn indikator penilaian webometrics sebagai salah satu landasan berpikir
  2. Meningkatkan kesadaran bahwa webometrics memiliki jadwal rutin dalam penilaian, 6 bulan sekali sehingga dapat dijadikan cerminan rutin, apakah ada kenaikan signifikan dalam indikator yang diupayakan perguruan tinggi.
  3. Ketika dalam mobil ada speedometer, maka percepatan dan kecepatan akan mobil mudah dipantau, aspek teknis juga masih terpantau, sama halnya dengan peningkatan aspek teknis dalam indikator webometrics dapat untuk menjadi acuan peningkatan secara individual (meilhat prestasi hny dari kacamata perguruan tinggi itu sendiri, tidak komparatif)
  4. Webometrics memiliki dukungan dari berbaga peneliti, sehingga metodologinya terus dikembangkan ke arah yg sesuai dengan harapan dunia edukasi. Tim Peneliti Cybermetrics yang menggawangi pola perangkingan webometrics, selalu membuka diri terhadap masukan dari seluruh pelosok dunia.

Continue Reading »

No responses yet

May 20 2014

Webometrics dan budaya organisasi menuju world class university

Published by under Webometrics

Kekuatan perguruan tinggi dan kualitas perguruan tinggi menjadi bagian dari alat persaingan saat ini. Kekuatan di satu titik mungkin tidak dibarengi total quality management (TQM) namun pola-pola yang parsial, akan tetapi karena indikator kekuatan itu menjadi Global Rank, maka akan menjadikan mudah terlihat prestasi tersebut di mata masyarakat. Sehingga dari sisi promosi dan kekuatan brand akan memiliki persepsi di atas rata-rata yang lain di mata masyarakat terutama yang awam.

Kualitas parsial perguruan tinggi pun, belum tentu menjadi kekuatan sebenernya, karena bisa saja kualias itu bersifat overhaul, tidak terlihat (invisible). Namun jika diimbangi dengan budaya organisasasi yang baik, integrasi dalam pencapaian misi visi perguuan tinggi maka akan memiliki impact yang baik, setidakny ada nya contiunuos improvement.  Budaya organisasi sendiri dalam perguruan tinggi juga dipengaruhi kekuatan “siapa” pemilik perguruan tinggi tersebut, apakah dari kekuatan lembaga keagamaan, lembaga bisnis, lembaga sosial, dari instansi pemerintah.

Saya memiliki pengalaman menarik dimana bisa melihat beberapa perguruan tinggi yang menjadikan tim kami sebagai pendamping implementasi manajemen mutu. Mulai dari perguruan tingggi muhammadiyah, perguruan tinggi islam negeri, dan perguruan tinggi bentukan dari yayasan di TNI AU. Ketiganya memiliki budaya organisasi yang masih memiliki karakteristik bawaan.

Continue Reading »

No responses yet

May 20 2014

Karakter webometrics & 4icu dalam world class university

Published by under 4icu,Webometrics

Tidak semua memahami penekanan indikator yang dilakukan oleh pihak2 dalam mendukung pola world class university, terutama pada pola ‘karakter’ webometrics dan 4icu. Tentu ini mempengaruhi resistensi terhadap sistem perankingan ini jika tidak bisa meilihat secara proporsional,  banyak pihak yang menganggap bahwa ranking ini hanya semata angka, tidak pada pada dataran filosofis, kenapa angka itu bisa muncul dari faktor prestasi yang mana?
Webometrics ranking
Webometrics ranking menekankan kepada pentingnya komunikasi antar web perguruan tinggi, pola ini menerapkan konsep web 2.0 yang artinya terjadi dorongan sesama web memiliki jalinan, webometrics juga memberikan penekanan filosofis dalam pembedayaan media online untuk menyusun keterbukaan ilmu dalam media online, dengan penekananan pada karya ilmiah, jurnal dll yang menunjang pola mencerdaskan dunia dengan kajian bermutu tinggi dari perguruan tinggi.

4icu ranking
4icu ranking menekankan kepada jalinan antar web dan penekanan pemanfaatan media online dari rating aksesnya, sehingga dari sini sangat kelihatan harapan dari metode penilaian ini web mampu dipercaya oleh web lain dalam konsep web 2.0, dengan melihat kekuatan jalinan web, tidak sekedar menjalin asal-asalan, sehingga mempengaruhi minat stakeholder untuk semakin bergantung kepada media online dalam kebutuhan informasi, misal untuk kepentingan mahasiwa, dengan info layanan akademis dan administratif.

Dari keduanya, webometrics ranking dan 4icu ranking dapat menjadi paramater sejauh mana perguruan tinggi memiliki disiplin administrasi onlinenya karena keteraturan di offline harus diimbangi juga keteraturan di media online dalam konsep keterbukaan potensi, sistem di instistusi pendidikan.

Namun 4icu ranking dan webometrics ranking tidak simetris dengan penilaian BAN PT, sehingga jangan latah selalu melakukan komparasi HEAD TO HEAD keduanya dengan hasil akredistasi BAN PT. Dorongan setiap penilaian world class university sebenernya memiliki kekuatan yang bagus dalam menyatukan persepsi dalam penyususnan action plan perguruan tinggi, namun menggunakan bahasa yang integrasi dengan rencana lain kaena juga berkenaan dengan kesiapan SDM dan infrastuktur.

No responses yet

Apr 22 2014

Webometrics, apa manfaatmu sih? Tapi memang mantap

Published by under Webometrics

Webometrics ranking di tahun 2014 ini membuat beberapa orang semakin sadar, fluktuasinya benar2 membuat deg-degan bagi para optimatornya, namun tidak berpengaruh kepada unsur stakeholder yang memang tidak memiki ikatan emosional terhadap webometrics ranking, bahkan mungkin antipati.

Kemaren mengikuti rapat optimalisasi media online perguruan tinggi, dan selalu ada saja yang resisten terhadap kegiatan peningkatan webometrics, karena :

  • hanya sempit memikir seakan mengejar ranking
  • hanya sempit memikirkan perlombaan antar perguruan tinggi
  • hanya sempit memikirkan bahwa lebih penting BAN daripada webometrics
  • hanya sempit memikirkan mengejar ranking webometrics adalah sia-sia
  • hanya sempit memikirkan bahwa webometrics tidak berpengaruh ke animo mahasiswa baru

Continue Reading »

No responses yet

Mar 04 2014

Pentingnya Kebijakan mendukung sukses webometrics

Published by under Webometrics

Saya ingat di sebuah perguruan tinggi di Jateng, ketika mengundang saya sharing berkenaan webometrics ranking, sibuk dengan fokus kepada aspek teknis, sehingga lupa merumuskan aspek KEBIJAKAN, padahal itu penting. Karena dengan kebijakan dari pimpinan universitas maka seakan ada mesin pendorong untuk melaju, ibarat mobil ada dukungan bahan bakar, sopir dan izin, tidak hanya faktor teknis mobil yg harus kerawat dll.

Sehingga optimalisasi webometrics ranking yang mendasarm, yah dimulai dari kebijakan pimpinan tertinggi, agar itu menjadi bagian dari kekuatan yg integratif, yang menyatu dengan aktifitas harian di semua lini.  Pernah mendampingi sebuah Pergutuan tinggi negeri, antara pimpinan dan bagian IT nya tidak match, kurang komunikatif dan lempar tanggungjawab, sy sampai bingung ini, kok bisa bagian IT sepertinya lebih berkuasa dari pimpinan perguruan tingginya?

Continue Reading »

No responses yet

Mar 04 2014

Pentingnya Pemilahan aspek strategis dan taktis dalam optimalisasi webometrics

Published by under Webometrics

DI tahun 2013, merasakan perjalanan  5 tahun menggeluti webometrics ranking  untuk UII, juga ada pengalaman beberapa kali ngisi sharing ke perguruan tinggi lain, ternyata ada benang merah yg bisa diambil, hingga sy rumuskan dalam bentuk file excell. Yaitu perlunya menyusun strategi komprehensif dalam mengoptimalkan sumber daya perguruan tinggi, agar memiliki perjuangan maksimal membenahi media onlinenya, yang nantinya berdampak pada kualitas publisitas, salah satunya berdampak kepada webometrics ranking.

Memang tidak bisa dengan mudah memberikan penekanan kepada SDM peguruan tinggi dengen begitu saja lewat seminar, rapat dll, karena perlunya  penyusunan peta resistensi di internal yang harusnya dipahami dahulu. Peta resistensi seperti kekuatan yang kontra produktif, menurut saya. Karena pada kelanjutan program, maka jika resistensi ini merata di level2 manajemen, bisa memjadikan keraguan para optimatornya, bisa menjadikan semangat yang menurun, di sisi lain ada embrio untuk menjadikan susunan tim beganti-ganti karena keraguan itu, ini yg harus dirumuskan di awal.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 27 2014

Webometrics juga sebuah seni

Published by under Webometrics

Ilmu manajemen sendiri bukan sekedar ilmu teknis, tapi juga seni sehingga menjadi dasar juga dalam mengoptimalkan ranking webometrics secara sistematis, tanpa rekayasa, maka unsur seni ini akan sangat dirasakanan.

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memiliki seni dalam mendorong SDM Nya pedulu terhadap prestasi digital document, terlepas adanya webometrics ranking ataupun tidak

Webometrics ranking system, mendorong perguruan tinggi untuk memanaje tertib administrasi perangkat digitalnya dg seni pendekatan kedisiplinan berbasis SOP, dengan seni penyusunan SOP dan Performance Indicator, sering sy buat dalam tabel2 excell, terpantau harian.. agar menjadikan progress report semakin jelas. MIsal kapan mahasiswa UPLOAD materi skripsinya, berapa hari sebelum wisuda, berapa lama hrs sudah upload materi dri seminar di sebuah unit dll.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 21 2014

Akreditasi BAN-PT kok dibandingkan Webometrics ranking?

Published by under Webometrics

Sudah berkali-kali memberikan pelatihan webometrics, seminar webometrics, workshop webometrics semuanya pernah saya rasakan dan pasti sy temukan resistensi terhadap webometrics ranking, bahkan menjadi narasumber di sebuah institusi yg nun jauh di sana, ada salah satu pimpinannya malah ngantuk2 dengerin presentasi saya, tapi bawahannya semangat luar biasa untuk meningkatkan ranking webometrics, ternyata dalam perjalanan cukup lama sy dengar kabar karena memamn beliau hanya mau tahu akreditasi BAN PT saja, memang masih banyak memandang webometrics sebelah mata, malah mengatakan penilaian Akreditasi model BAN PT lebih baik dari Webometrics ranking, pemahaman yg umum dalam kondisi saat ini; walau porsinya tidak sepenuhanya tepat.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 21 2014

Webometrics, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Published by under Webometrics

bincang2 dalam sebuah ruangan kampus di sebuah kota tentarang webometrics ranking,  ada tokoh penting, ada pimpinan perguruan tingginya, ada dosen yang baru lulus S3nya, ada dosen yang baru menjabat posisi baru, awalnya ketika masuk dalam ruangan itu saya langsung dapat sapaan menyenangakan dari pimpinan universitas di kota tersebut “Nah ini dia Mr Webo”  yah sebutan ini sebagai apresiasi karena sudah lebih dari 5 tahun fokus dalam webometrics ranking ini.

Namun ketika saya duduk, nyeletuklah salah satu dalam ruangan itu “Apa masih bisa webometrics ranking menarik minat mahasiswa baru?” tanya salah satu orang di ruangan itu. KOntan saja salah satu pimpinan menerangkan singkat, intinya tetap ke arah positif, walau ada nilai tren di sana.

Terus terang karena sy baru datang saya belum menanggapi apapun, karena tidak tahu apa materi diskusi informal sebelumnya. Namun akhirnya saya tulis sajalah di blog ini, tentang webometrics ranking, apa harus korelatif dg animo mahasiswa baru?

Pertama, tidak semua prestasi perguruan tinggi harus dikorelatifkan dengan animo mahasiswa barunya yang meningkat, jangan berpikir transaksional, karena ada prestasi individu dan prestasi kolektif. Prestasi individu misal dari mahasiswanya, dosennya, karyawannya, dll Ada juga yang sifatnya koletif, salah satunya webometrics ranking ini. Adakah selalu orang meributkan seorang mahasiswa yg tiba2 juara lomba catur se Indonesia, dengan kalimat “apakah pengaruh juara catur ke animo mahasiswa baru?”.

Kedua, prestasi webometrics bisa bersifat alamiah, tidak ada upayapun secara khusus  yg sengaja mengarah kepada peningkatan ranking webometrics bisa mendapatkan posisi yg baik, dengan syarat pola administrasi digital di perguruan tinggi berjalan dengan baik, upload skripsi mandiri oleh mahasiswa, upload jurnal karya ilmiah lain juga mandiri, pola penulisan blog juga mandiri oleh dosen, mahasiswa, karyawan. Forum online kampus juga begitu hidup, media e community kampus begitu aktif dll

Ketiga, bahwa mengenal kembali konsep branding, maka sebuah universitas memiliki kekuatan brand yg terus dibangun  untuk memiliki persepsi yang baik, dari sisi kepercayaan ini, tentu banyak aspek yang menjadi pertimbangan pribadi masing-masing individu, bagaikan sebuah rumah panggung yang ditopang banyak tiang kayu, maka  masing2 tiang memiliki beban dan fungsi menahan benda yang berbeda, sama dengan aspek branding, tidak bisa hanya dari 1 lini saja, maka semua masyarakat akan percaya, webometrics dan 4icu menjadi acuan dasar dari sisi penilaian aspek media online yang komparatif sedunia.  Sehingga persepsi yang dibangun, tidak hanya ke Indonesia saja, bermodal BAN PT tetapi juga ke mancanegara, atas point popularitas hasil webometrics ranking.

Keempat, kalau y komentar webometric tidak ada gunanya, terutama untuk menjaring mahasiwa baru, maka perlu dipertanyakan, apakah memahami secara utuh (bukan parsial) manfaat motivasi webometrics ranking ini, antara lain, karena webometrics mengandalkan pencarian berbasis search engine untuk mendapatkan point, maka mau tidak mau sebuah website jika ingin unggul di webometrics ranking maka memiliki stuktur web yang SEO FRIENDLY, atau istilah dasarnya SEARCH ENGINE FRIENDLY, nah dampaknya maka

  • web perguruan tinggi akan semakin mudah dikenal search engine
  • semakin banyak halaman web perguruan tinggi yg di index Google
  • semakin informatif web perguruan tinggi di search engine karena keyword penting yg dicari masyarakat online bisa kearahkan ke web perguruan tinggi
  • semakin banyak lin k yg lahir secara alamiah dari pembara, alumni, mahasiswa ke web perguruan tinggi

Sehingga dampaknya adalah KETERBACAAN konten web perguruan tinggi semakin baik di media online, dan itu sangat potensial untuk meningkatkan online branding di media online.. Ketika masyarakat mengetikkan  keyword “psikologi anak” maka web Fakultas PSIKOLOGi PTS ini di akses, ketika ada yan mencari di Google dg KEYWORD : Fakultas Ekonomi Yogyakarta (baca sedang nyari fakultas ekonomi di YOGYA) maka web fakultas FAKULTAS EKONOMI PTS Ini nomor 1 dan tentu paling cepat di akses daripada yg lain, termasuk web yg tidak bisa muncul dalam pencarian seacrh engine akan kehilangan peluangnya.

Sehingga dorongan webometrics bukan ke ranking saja loh, tapi standar kualitas media online perguruan tinggi, agar semakin dekat dengan masyarakat, seacrh engine dan stakeholdernya. Ranking hanya sebuah impact

Comments Off

Feb 13 2014

Jadikan Webometrics untuk cerminan bukan momok menakutkan

Published by under Webometrics

Banyak yang masih memahami webometrics sekedar angka ranking yang memvonis perguruan tinggi ini lebih baik atau lebih buruk, banyak yang tersinggung dan marah karena posisi ranking ini. Yah itulah, ke awam an dalam memahami ranking webometrics mempengaruhi juga semangat dalam meningkatkan kualitas media online perguruan tinggi.  Tulisan ini saya buat karena barusan membaca pengumuman ranking webometrics januari 2014.

Di sisi lain, juga masih terjadi pemahaman yang sifatnya personal, artinya selalu mengkaitkan ranking webometrics dengan peningkatan gaji, kesejahteraan, kesuksesan lulusannya.  Yah ini sebuah sindrom, kenapa selalu dalam sistem perangkingan langsung berpikir, ‘benarkah sdh lebih baik, lebih sejahtera”, bahkan di sebuah Facebook Page di salah satu UII, ada yang menyatakan bahwa ranking webometrics tidak penting karena tidak menjamain kesejahteraan karyawan.

Continue Reading »

No responses yet

Feb 12 2014

Pengumuman Webometrics Ranking Januari 2014

Published by under Webometrics

Tengah malam tadi, webometrics meluncurkan release terbaru di webnya berkenaan dengan ranking webometrics januari 2014. Cukup menarik, karena pergeseran khas dalam setiap pengumuman menjadi sangat menarik.

TIdaklah terlalu banyak elemen yg dirubah saat ini sehingga tidak menyebabkan kekacauan dalam pemahaman dan langka optimasi sehingga menyusun strategi peningkatan ranking webometrics januari 2014 tidak terlalu sulit, hanya mempertajam faktot akurasi optimimasi, lembar evaluasi harian dan konsistensi mingguan, pemerataaan pola kerja pengawasan per unit dan kesadaran dalam masing-masing parisipan.

Karena selama ini jika begitu ranking webometrics berubah drastis yang disebabkan faktor elemen penilaian yang berubah, menjadikan strategi dan taktiknya diadaptasi kembali dengan analisa awalan yg berbeda butuh pemikiran kembali yg analitis, sehingga perlu juga mengkomparasi antar elemen yg berbeda tersebut, agar bisa diukur, progress report dalam elemen terbaru..

Continue Reading »

No responses yet

Jan 30 2014

5 Salah paham tentang Webometrics

Published by under Webometrics

Kaget juga seorang profesor di sebuah universitas negeri, berkomentar di media online tentang webometrics, namun sayangnya komentarnya kurang relevan, sepertinya belum memahami webometrics secara menyeluruh dan mendalam, hanya sekedar ‘itu adalah sistem perangkingan dunia’

Sudah berkali-kali saya mengisi workshop2 tentang webometrics di berbagai perguruan tinggi, dan memang ada  yang saya dapati tentang pemahaman yang tidak merata dengan metode Webometrics ini, sehingga menjadikan pincang pemahamannya, dalam memahami sistem ranking webometrics.

Continue Reading »

No responses yet

Jul 24 2013

Parameter Pemeringkatan 4icu dan Webometrics

Published by under Webometrics

Pro kontra terhadap sebuah penilaian, apalagi yg mengarah kepada diri kita atau organisasi kita itu sudah biasa. Intepretasi terhadap sistem penilaian itu, menjadi bahan perbincangan, sebagai bentuk peralihan pembicaraan dari “seberapa prestasimu?”. Sudah umum penilaian itu bisa saja ‘sangat dibenci jika membahayakan bagi jabatan atau penilaian prestasi jabatannya.

Namun saya bersyukur, bahwa ada pula yang masih menerima fungsi dari pemeringkatan webometrics dan 4icu sebagai bentuk benchmarking untuk media online, walau secara langsung itu menukik kepada penilaian prestasi online dari beliau-beliau ini. Salut yg care ini.

Continue Reading »

No responses yet

Jul 24 2013

Kesalahan menafsirkan Ranking 4icu & webometrics

Published by under Webometrics

Kisah fiktif : Di sebuah arena pekan olah raga mahasiswa,  ramai sekali, para supporter  semangat berteriak, didorong oleh fanatisme kampusnya, didorong oleh perjuangan dan ingin hasil terbaik.  Kemudian dari peringkatnya, ternyata   PTN XXXX nomor 1 dan ITB, UGM, UI ada di peringkat bawahnya.Kemudian esoknya di media masa ada tulisan “PTN XXXX  adalah terbaik se Indonesia”

Ada juga kemaren lomba catur antara mahasiswa, PTN YYYY memenangkanya dan peringkat I, di atas ITB, UGM dan UI, kemudian pagi harinya di media masa tertulis “PTN YYYY terbaik se Indonesia berdasar Catur  xxxxx”

Gonjang-ganjing akhirnya, karena menang dilomba catur, lalu di-identik-kan bahwa total kualitas perguruan tinggi menang segala-galanya hanya dari lomba catur saja. Menurutnya, Jadi yg juara 1 lomba catur, itu total kualitas perguruan tingginya baik. Itu semua di atas hanya perumpamaan, jika mirip itu kebetulan. Itulah kesalahan memahami  kompetisi, termasuk salah tafsir memahami hasil peringkat webometrics dan 4icu.

Kalau kita sudah memahami dengan benar, apa paramater2 penilaian dalam kompetisi2 di dunia perguruan tinggi, maka kita akan  faham, bahwa masing2 kompetisi itu memiliki value, untuk kepentingan tertentu, baik dari olah raga, agama, psikologi, soft skill dan peningkatan aspek-aspek yang sifatnya parsial, bukan penilaian yang integratif, value itu dikemas oleh masing-masing organisasi yg membidanginya, misal ada FIFA untuk sepak bola, atau ada stadarisasi ITTF untuk tenis meja.

Saya hanya sosok biasa, namun menilai bahwa salah tafsir ini menjadikan orang2 penting termasuk koran2 penting, berbondong-bondong terjerumus kedalam ruangan pemikiran dengan tafsir yg kurang tepat, namun yakin itu adalah pemikiran yg tepat dan memiliki berita dengan nilai jual tinggi.

Lalu apakah 4icu dan webometrics itu tidak penting?
Jawabnya sangat penting, karena itu pola benchmarking terbaik dengan pendekatan kuantitatif dan komparatif sedunia, terutama untuk Webometrics, siapa perguruan tinggi yg dibawah PTS XXXX? dari negara mana?

Aspek marketingnya sangat kuat, bahkan kalau dilihat diskusi anak2 SMA di Yahoo answer, di milis, mereka membandingkan 2-3 perguruan tinggu yang akan dipilih, orientasinya ke webometrics.

Peringkat di Indonesia termasukj BAN PT, adalah pola dari penilaian kualitatif yang bersifat closed. Namun untuk webometrics adalah penilaian kuantitatif yang bersifat opened, karena setiap hari bisa dilihat angka prestasi secara online, oleh semua orang, berapa pencapaian perguruan tinggi UI, UGM, ITB dll

Tinggal penentuan formula dari masing-masing pengelenggara perankingan web dunia ini.

Menurut Dirjen DIKTI (2009, Red), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D “menekuni Webometrics jauh lebih realistis bagi perguruan tinggi Indonesia, terutama yang bukan comprehensive university, ketimbang bersaing dirating THES-QS yang sangat kompetitif dan fluktuatif”.

Sehingga saya menulis di blog ini, juga bertujuan memberikan tafsir sekilas, bahwa pemeringkatan webometrics dan 4icu adalah lebih kepada penilaian kualitas media online perguruan tinggi, bukan menjadikan lambang ‘lebih baik’ dan ‘lebih buruk’ bagi total kualitas perguruan tinggi yang ada saat ini.

Menyikapi webometrics dengan Lembah Manah lan nrimo

Banyak yang protes terhadap penilaian webometrics dan 4icu, bukan karena  faktor validitas penyelenggara pemeringkatan sebagai acuan, tetapi lebih kepada sisi SDM Perguruan tinggi tersebut yang ‘tersenggol’ zona nyamannya, karena semangat webometrics sendiri, dalam bahasa saya adalah

  1. Wahai perguruan tinggi, janganlah pelit ilmu, jadikanlah karya ilmiah, skripsi, journal dan pemikiran insan akademik untuk  bahan peningkatan kualitas masyarakat, sehingga jangan hannya disimpan di rak-rak buku, di flashdisk tapi juga dipublish di website, apalagi karya2 yang didanai hibah yang diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan mereka, termasuk bidan industri, kesehatan,  UKM, ekonomi, kedokteran dll
  2. Wahai perguruan tinggi, jadikanlah media online perguruan tinggi menjadi kekayaan masyarakat umum dengan ilmu, kajian, analisa dan pemikirannya, sehingga perguruan tinggi benar mampu membangun bangsa yang baik tidak hanya dari mahasiswanya tapi  juga dari pengaruh2 nya ke masyarakat lewat  media berkualitas
Namun dari 2 hal tersebut
  1. Tidak mudah mengubah SDM di perguruan tinggi untuk tertib administrasi, rela upload mandiri SKRIPSI menjelang wisuda, upload tesis/disertasi bagi lulusan S2/S3.
  2. Tidak mudah mengubah budaya pengajar rela ‘diatur’ untuk memanfaatkan media online dengan disiplin demi komunikasi kepada mahasiswa.
  3. Tidak mudah mengubah budaya cepat upload materi (free) sehabis ada seminar ada workkshop, tidak mudah menjadikan orang menulikan berita secara real time, karena biasanya kesandung budaya menunda ‘nanti sajalah’ dll
  4. Tidak mudah mengubah SDM rela menulis di blog, forum dll lebih senang memanfaatkan facebook an yng rileks dll. Banyak SDM yang mungkin mengatakan tidak ada waktu untuk bantu peningkatan kualitas media online perguruan tinggi, tapi rela berjam-jam facebook di kantor, termasuk main game di Facebook.
Yah sedikit banyak ada resisten terhadap pemeringkatan webometrics dan 4icu, bahka melawan secara habis-habisan walau belum tahu benar apa ‘parameter’  webometrics dan 4icu sebenernya, namun penolakan itu lebih didorong ‘jangan sampai ada kerjaan tambahan baru dan aturan baru’.
Lalu bagaimana penerapan lembah manah lan nrimo terhadap webometrics?
Jadikanlah pemeringkatan ini sebagai benchmarking, untuk melihat sejauh mana perkembangan optimalisasi media online dari perguruan tinggi lain, bagaimana manajemennya, bagaimana pemberdayaannya, bagaimana kepeduliannya, bagaimana menjadikan stakeholder optimal berpartisipasi di media online termasuk cara penggunaan yang efektif. Anggap itu bukan ‘penilaian’ tapi melihat sebagai ‘peluang perbaikan’.
Sungguh, sebenernya ini akan memberikan dampak SDM perguruan tinggi akan lebih tertib administratif media onlinenyam termasuk dokumen-dokumen onlinanya…  Namun seperti kata-kata klise, butuh kesadaran dan kemauan belajar kembali, meski yang guru besar sekalipun.
Semoga webometrics dapat menjadikan cermin bagi berbagai perguruan tinggi Indonesia, untuk melihat ‘aku sampai mana’ dan perguruan tinggi lain sampai mana.

++ Sebuah catatan umum atas pengamatan sekilas beberapa perguruan tinggi di Indonesia, hasil diskusi ringan dengan insan pendidikan di berbagai perguruan tinggi ++

No responses yet

Jul 16 2013

Pengumuman Ranking 4icu Juli 2013

Published by under 4icu

Di dalam pemeringkatan web perguruan tinggi,  terdapat  beberapa penyelenggara beserta metode yang digunakan, salah satunya adalah Versi 4icu ( 4 International Colleges & Universities) yang menyusun pemeringkatan untuk  11,160 perguruan tinggi dari aspek  popularitas website dari 200 negara, dan sudah eksis dalam pemeringkatan sejak bulan mei 2005.
Berdasar pembaruan ranking, yang dikeluarkan pada 15  Juli 2013,  ranking web untuk 25  perguruan tinggi di Indonesia sebagai berikut :
1.    Universitas Gadjah Mada
2.    Universitas Indonesia
3.    Institut Teknologi Bandung
4.    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
5.    Universitas Kristen Petra
6.    Universitas Padjadjaran
7.    Universitas Brawijaya
8.    Universitas Sebelas Maret
9.    Universitas Diponegoro
10.    Universitas Sumatera Utara
11.    Institut Pertanian Bogor
12.    Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
13.    Universitas Airlangga
14.    Universitas Gunadarma
15.    Universitas Sriwijaya
16.    Universitas Nusa Cendana
17.    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
18.    Universitas Pendidikan Indonesia
19.    Universitas Mercu Buana
20.    Universitas Bina Nusantara
21.    Universitas Esa Unggul
22.    Universitas Negeri Yogyakarta
23.    Universitas Islam Indonesia
24.    Universitas Hasanuddin
25.    Universitas Muhammadiyah Surakarta

banyak sekali pergeseran ranking dari perguruan tinggi yg terbiasa masuk 10 peringkat menjadi di luar 10. Karena memang secara umum, 4icu merevisi parameter detilnya untuk penilaian pemeringkatan.

Komparasi Ranking 3 periode penilaian

Komparasi ini  untuk melihat perubahan dari perguruan tingg di Indonesia

No

Universities

Juli 2012

Januari 2013

Juli 2013

1

Universitas Gadjah Mada

3

1

1

2

Institut Teknologi Bandung

1

2

3

3

Universitas Indonesia

2

3

2

4

Universitas Brawijaya

8

4

7

5

Universitas Gunadarma

5

5

14

6

Institut Pertanian Bogor

4

6

11

7

Universitas Diponegoro

7

7

9

8

Universitas Sebelas Maret

9

8

8

9

Universitas Pendidikan Indonesia

10

9

18

10

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

12

10

17

11

Universitas Mercu Buana

18

11

19

12

Universitas Airlangga

6

12

13

13

Universitas Padjadjaran

11

13

6

14

Universitas Islam Indonesia

14

14

23

15

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

15

15

4

16

Universitas Bina Nusantara

16

16

20

17

Universitas Sumatera Utara

13

17

10

18

Universitas Negeri Malang

19

18

28

19

Universitas Muhammadiyah Malang

21

19

29

20

Universitas Sriwijaya

17

20

15

No responses yet

Feb 19 2013

peningkatan webometrics ranking via social media

Published by under Webometrics

Social media adalah media 2 arah atau lebih, hal ini sangat cocok untuk memberikan sedikit pacuan terhadap webometric ranking bagi perguruan tinggi.  Semua ini karena social media adalah bersifat day to day dan one to one sekaligus one to many.

Kenapa social media bisa memberikan dampak peningkatan webometrics ranking? Kita perlu ingat bahwa dari sekian parameter webometrics ranking ada visibility, yang berbentuk inbound link, dari sekian banyak yang saya terapkan untuk memacu webometrics ranking yaitu meningkatkan distribusi informasi terhadap kualitas konten dari subdomain web di seluruh UII yang menarik dan kita gunakan social media untuk memacu adanya visibility yang generic, bukan rekayasa.

Visibilty yang generic memacu adanya one way link, sedang search engine sangat peduli terhadap one way link. Lalu bagaiman dengan two way link? Keduanya sama namun dari sisi quality backlink maka one way linik adalah yang terbaik.

Dari sisi filosofis, one way link bersifat referer, referensi dan two link adalah social, exchange dan friendship. Sehingga mungkin saja Visibility dari social media tidak tercakup dalam perhitungan, tapi stimulasi kepada  teman2 di jaringan  bisa berdampak kepada ketertarikan dari konten web, sehingga rela memberikan link di blog mereka.

Tentu dalam menbuka distribusi informasi untuk visibilty generic, ini sangat bagus, namun dari sekian banyak yang saya coba hanya sekitar 8 social media yang  efektif dalam memacu visibilty yang generic dan sekaligus inbound linknya mudah terbaca Yahoo.

No responses yet

Feb 19 2013

Webometrics Rangking , dari perspektif marketing

Published by under Webometrics

Apa ujung dari upaya marketing, adalah persepsi, itu penting dipahami. Jika ada yang memahami ujung dari marketing adalah penjualan/transaksi mungkin itu belum tepat, apalagi diukur hanya dari jumlah mahasiswa baru yang masuk. Sehingag tidak akan ketemu nalar jika rangking webometrics berbanding jumlah mahasiswa baru, karena webometris mencakup hingga pelosok dunia, mungkin saja perguruan tinggi di Afrika yang di ranking dunianya, di bawah perguruan tinggi kita jadi penasaran, dan mengalisa web perguruan tinggi diatasnya, sehingga yang awalnya tidak dikenal menjadi lebih mengenal. Tidak harus mereka menjadi mahasiswa baru kita, namun jika kerjasama kedua perguruan tinggi terbentuk, maka itu sudah upaya marketing yang baik.

Sehingga ketika webometrics dikaitkan dengan APAKAH BISA MENAMBAH MINAT MAHASISWA baru, justru ini pertanyaan kontroversial, karena tidak setiap langkah perbaikan harus berujung kepada indikator kenaikan jumlah pendaftar di mahasiswa baru.

Apakah setiap Aktifitas harus korelatif dengan kenaikan animo mahasiswa baru?

  • Apa mengirim 20 dosen kuliah S3?
  • Apakah mengirim tim Kejuaraan Lomba Olahrag?
  • Apakah mengirim tim lomba panjat dinding?
  • Apakah mengirim tim bantuan sosial dalam bencana?

Tentu tidak harus berujung kepada Angka kunatitatif di mahasiswa baru, kemudian

  1. Apakah webometrics akan memperbaikan perguruan tinggi secara keseluruhan?
  2. Apakah webometrics benar menjadi ukuran kualitas perguruan tinggi?

Saya mungkin hanya tersenyum jika ada pertanyaan seperti itu dilontarkan dengan nada sinis, kenapa? Berarti dia belum mengenal Webometrics secara utuh, ngertinya cuma webometrics itu “ranking” saja, dan segala upaya yang dilakukan hanya untuk ranking,

Waduh, kalau ada yang memikirkan seperti itu sebaiknya melihat kembali apa indikator dari webometrics, sudah jelas keterbukan media digital perguruan tinggi mulai dari jurnal, karya ilmiah, blog dosen, analisa, materi penting, semua agar perguruang tinggi care terhadap pembangunan oleh masyarakat.

No responses yet

Feb 19 2013

8 catatan kecil tentang webometrics yg perlu diketahui

Published by under Webometrics

Webometrics hanya merangking dari website jadi bukan ukuran total kualitas dari perguruan tinggi, sehingga jika ada yang mengatakan webometrics bukan jaminankualitas perguruan tinggi, memang dari awal webometrics tidak mengatakan sebagai ranking kualitas perguruan tinggi secara keseluruhan, hanya aspek web saja.

8 hal yang perlu diketahui, berkenaan dengan webometrics

  1. Webometrics ranking  oleh Cybermetrics Lab, Spanyol, TIm  riset dari  Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) yaitu  Badan penelitian publik terbesar di Spanyol. CSIC sendiri berdiri sejak 2006 dan memiliki 126 pusat penelitian di seluruh Spanyol ini juga merupakan  salah satu organisasi penelitian pertama Eropa.
  2. Tahun 2013, sekitar 20.000 perguruan tinggi ikut serta dalam penilaian ini
  3. Perangkingan se Indonesia, se- asia tenggara, se Asia, se Dunia
  4. Webometrics Rangking dikeluarkan 2 kali dalam setahun, bulan Juli dan januari
  5. Webometrics adalah penilaian kuantitatif, bukan kualitatif
  6. Webometrics tidak melakukan investigasi offline/online ke server perguruan tinggi, tapi menggunakan search engine
  7. Hasil penilaian bersifat terbuka, pencapaian per menit, perjam, per hari bisa dipantau semua orang di search engine yang ditunjuk
  8. Metode pemanfaatan media online masing-masing perguruan tinggi bisa dipelajari oleh perguruan tinggi lain secara online

No responses yet

Feb 19 2013

Hambatan umum dalam optimasi webometrics

Published by under Webometrics

Webometrics, kadang diposisikan kontroversial ditengah kenyamanan dunia pendidikan, bahkan ada yang hanya berpikir, ‘ngapain ngejar ranking webometrics’. menanggapi itu tentu baiknya dengan pendekatan khusus karena pastilah perlu penyederhanaan pemikiran bahwa webometrics bukan tujuan, tetapi kedisiplinan dalam penggunaan media online adalah tanggungjawab, untuk memajukan bangsa. Tentu ada dampak bagus jika perguruan tinggi tidak pelit terhadap file2 dan karya penelitian, artikel dll.

Beberapa kali sharing dengan beberapa perguruan tinggi, memang  kehadiran tim-tim yang ditujukan untuk keikutsertaan  sistem ranking webometrics  mengalami kendala

  1. Belum bisa diterimanya dengan baik  hasil  perangkingan webometrics di kalangan SDM perguruan tinggi
  2. Belum siapnya para SDM  di perguruan tinggi meningkatkan kedisiplinan untuk membiasakan diri menggunakan media online dalam publikasi baik untuk kepentingan internal maupun umum
  3. Tidak mudah menstimulasi dosen agar  disiplin dalam mempublish potensi2 akademis di media online, misal  karya ilmiah, jurnal,  artikel, opini, tugas, materi kuliah, materi seminar
  4. Belum adanya sentuhan budaya dan pendekatan manajemen, harus dibantu misal ada SOP dalam  pengelolaan Web, ada Job Description yang jelas
  5. Alasan tidak ada waktu dari beberapa SDM, walau tampaknya ini sangat relative, karena ada beberapa ukutan sibuk dalam bekerja, toh  masih ada laporan sehari bisa facebookan 1-2 jam di kantor, walau mengatakan tidak ada waktu untuk webometrics

Dan masih banyak lainnya, namun webometrics tetap dapat dijadikan benhmarking untuk institusi pendidikan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

No responses yet

Feb 13 2013

Ranking 4icu, menarik karena UII posisi tetap

Published by under Webometrics

Selaiin webometrics juga ada ranking untuk prestasi dari web perguruan tinggi yaitu, 4icu. Memang dalam perjalanannya sistem perankingan 4icu seakan kalah populer dengan webometrics, karena memang dalam jangkauannya ranking 4icu hanya mencakup 11 000an perguruan tinggi sedang webometrics hingga 20 000. Namun tidak karena angka itu saja, ada yang lebih kuat, yaitu relevansi terhadap file perguruan tinggi baik jurnal, karya ilmiah, skripsi dll, maka webometrics lebih memberikan bobot lebih, sedang di 4icu, berkenaan file sama sekali tidak diperhitungkan.

LIhat hasil ranking, klik

No responses yet

Feb 13 2013

Melihat Webometrics ranking january 2013

Published by under Webometrics

Alhamdulillah, media benchmarking bidang web ranking khusus perguruan tinggi sedunia, sudah diluncurkan memang pengumuman webometrics edisi januari 2013 mundur ke bulan februari 2013 namun pengumuman ini tetap saja disebut webometrics januari 2013, karena memang periodik januari & juli.

UII bisa naik 1 peringkat, namun yang terpenting adalah perubahan internal akan kesadaran penggunaan media digital untuk publikasi jurnal, karya ilmiah, skripsi, dll

Webometrics ranking 2013

Webometrics adalah perangkingan web perguruan tinggi, jangan diartikan sebagai perangkingan segala-galanya tentang semua potensi perguruan tinggi. Artinya ketika webometrics diumumkan dan ranking berubah maka yang menjadi tolak ukur memang media online, sehingga webometrics tidak membahas soal kualitas dosen, gelar, gedung, dan kualitas secara keseluruhan.

Namun webometrics ranking fokus kepada web dan publisitas online, termasuk kekayaanm file untuk kepentingan umum, sehingga perguruang tinggi tidak pelit kepada hasil kajian, karya ilmiah dan penelitiannnya.

No responses yet

May 02 2012

Webometrics meningkatkan publisitas

Published by under Webometrics

Di Majalah garuda yang di letakkan di belakang jok pesawar garuda pernah ada pengumuman besar berkneaan pengumuman ranking webometrics, juga ucapan selamat. Di media lain, ada Republika, Kompas dll Belum lagi didukung oleh media online seperti blog, forum dll

Sehingga memang banyak sekali dibantu dalam publikasi jika memang dalam rangking webometrics, pun tidak membayat untuk promoso di koran besaar, namun anggaran untuk optimasi wenometrics, nantinya bisa mencapa publisitas dari media ini.

Dan saat ini kesadaran adanya pemeringkatan web seperti webometrics menjadikan semakin banyak kesadaran merata akan adanya sistem dalam pemeringkatan web dari sistem yang berbeda.

Ini juga tentu akan menambah keyakinan para calon mahasiswa baru, termasuk para orangtuanya.

Berapa iklan ke koran selama 6 bulan?  Bisa untuk alokasi dana pemeringkatan webometrics kok

No responses yet

May 02 2012

Resistensi /penolakan terhadap pemeringkatan webometrics

Published by under Webometrics

Kadang di perguruan tinggi banyak yang merasa webometrics, sangat dtidakperlu, juga bukan ukuran kualitas perguruan tinggu, sehigga tidak perlu diterapkan.

Sebenernya penolakan yang muncul dari staf edukasi, staf admininstrasi dan staf teknis di perguruan tinggi tidak selamanya menolak dengan alasan tidak penting, tetapi lebih kepada menajemen waktunya.

  1. Tidak ada waktu
  2. kerjaan dah buuanyak

Padahal di satu sisi staf yang menolak karena tidak ada waktu itu, sehari-hari mengakses facebook hingga 2 jam dan tidak merasa keberatan untuk bermain di facebook, tapi kenapa membantu webometrics yang mungkin seharu cuma I0 menit pun tidak mau?

Yah karena terbiasa dalam proses bekerja lebih mengedepankan aspek suka dan tidak suka kepada tugas, tidak merasa bahwa tangtangan karir itu penting, atau karena sudah mentok karirnya.

Di satu sisi lain karena memang malas untuk belajar kembali..

No responses yet

Next »